Singkawang Kota Paling Toleran, Irwan: Keharmonisan Warga Fundamental

Ilma De Sabrini ยท Jumat, 07 Desember 2018 - 17:40 WIB
Singkawang Kota Paling Toleran, Irwan: Keharmonisan Warga Fundamental

Setara Institute merilis laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2018. (Foto: iNews.id/Ilma de Sabrina)

JAKARTA, iNews.idSetara Institute merilis laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2018. Penilaian dilakukan kepada 94 kota di seluruh Indonesia dan menghasilkan 10 kota yang mendapat predikat IKT tertinggi.

Singkawang, Kalimantan Barat meraih predikat kota yang memiliki tolerasi tertinggi di Indonesia. Wakil Wali Kota Singkawang Irwan mengaku bersyukur atas capaian itu.

"Alhamdulillah, kami hargai dan kami dedikasikan untuk warga Singkawang. Kami lakukan dengan tindakan dan kebijakan di daerah-daerah kami,” kata Irwan di Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Menurut dia, penilaian itu berdasarkan visi dan misi serta Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) yang diterapkan sejalan dengan nilai toleransi. Kegiatan sejumlah festival yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat di Singkawang, menurut Irwan, menjadi kunci pemerintah daerah menciptakan rasa toleransi.

"Visi kota kami itu Singkawang Hebat. Kemudian kami taruh harmonis dalam keberagaman agama, etnis, dan budaya di urutan pertama. Karena, hal yang fundamental itu adalah toleransi, keharmonisan masyarakat,” ucap dia.

Bobot penilaian Setara Institute yakni, rerencana pembangunan 10 persen, kebijakan diskriminatif 20 persen, peristiwa intoleran 20 persen, partisipasi masyarakat sipil 10 persen, pernyataan warga kota 10 persen, tindakan nyata yang dilakukan 15 persen, heterogenitas agama 10 persen, dan inklusi sosial keagamaan 10 persen.

Ketua Setara Institute Hendardi mengatakan, IKT bertujuan untuk mendukung program pemerintah dan mendorong kota-kota agar mampu mempromosikan nilai-nilai toleransi. Harapannya agar dapat mempertahankan dan meningkatkan kondisi yang kondusif di tengah masyarakat Indonesia.

“Tujuan pengindeksan ini untuk mempromosikan kota-kota yang dianggap berhasil membangun dan mengembangkan toleransi wilayahnya masing-masing, sehingga memacu kota-kota lain untuk turut bergegas mengikuti dan mengembangakan toleransi di wilayahnya,” kata Hendardi.

Penilaian Setara Institute menggunakan beberapa variabel, seperti regulasi pemerintah dan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). Lalu, respons sosial, regulasi sosial seperti demografi agama dan kesetaraan gender.

“Dengan toleransi kita akan mudah hidup harmonis di tengah keberagaman perbedaan etnis, agama, dan identitas primordial lainnya. Konteks Kebhinekaan Indonesia, toleransi memberikan muatan keragaman agama, bahasa, budaya, etnis, dan subsosial lain yang merupakan kekayaan bersama Bangsa Indonesia,” tutur dia.

Penghargaan IKT 2018 ini merupakan tahun ketiga yang sudah digelar Setara Institute. Dibandingkan tahun sebelumnya, terjadi signifikan untuk kota yang masuk skor tertinggi, yakni Ambon, Bekasi, Kupang, Tomohon, dan Surabaya. Berikut sepuluh kota dengan Indeks Kota Toleran:

1. Kota Singkawang 6,513.

2. Kota Salatiga 6,477.

3. Kota Patang Siantar 6,280.

4. Kota Madado 6,030.

5. Kota Ambon 5,960.

6. Kota Bekasi 5,890.

7. Kota Kupang 5,875.

8. Kota Tomohon 5,833.

9. Kota Binjay 5,830.

10. Kota Surabaya  5,823.


Editor : Khoiril Tri Hatnanto