Sistem Kepercayaan pada Masa Praaksara
Dinamisme merupakan kepercayaan terhadap benda-benda tertentu yang dianggap memiliki kekuatan supranatural, seperti pohon besar dan batu besar. Manusia purba pada masa pra-aksara tergantung pada kekuatan di luar diri mereka dan membutuhkan pertolongan dari benda-benda tersebut yang dianggap dapat memberi keselamatan.
Sistem kepercayaan pada masa praaksara selanjutnya adalah totemisme. Totemisme adalah sistem kepercayaan yang meyakini bahwa hewan atau tumbuhan tertentu memiliki kekuatan supranatural yang dapat memberikan keselamatan atau malapetaka kepada penganutnya.
Manusia purba yang mempraktikkan totemisme memperlakukan hewan atau tumbuhan tersebut dengan rasa hormat dan tidak mengonsumsinya.
Sementara itu, politeisme adalah sistem kepercayaan yang mempercayai adanya banyak dewa atau entitas ilahi. Manusia pada masa praaksara mungkin menyembah atau memuja beberapa dewa yang berhubungan dengan aspek-aspek kehidupan mereka, seperti dewa matahari, dewa bumi, dewa kehidupan, dan lain sebagainya.
Sistem kepercayaan pada masa praaksara bervariasi di berbagai wilayah dan budaya. Faktor-faktor seperti lingkungan alam, kehidupan sehari-hari, dan interaksi sosial mempengaruhi perkembangan sistem kepercayaan tersebut.
Editor: Komaruddin Bagja