Siswi Sekolah Rakyat Lolos Paskibraka Nasional, Mensesneg: Kami Ikut Bangga
"Kita terus terang juga ikut bangga, ikut terharu bahwa ya itulah membuktikan bahwa siapa pun kita ini sebagai sesama anak bangsa manakala diberi kesempatan atau ada kesempatan, ada peluang,” ujarnya.
Menurut Prasetyo, keberhasilan Ismi menunjukkan kesempatan yang sama dapat membuka peluang bagi siapa pun untuk berprestasi. Dia menegaskan proses seleksi Paskibraka dilakukan berdasarkan kompetensi dan kerja keras.
“Semua berbasis kompetensi, semua berbasis kerja keras. Tidak mudah lho, ya, teman-teman kan… coba lihat aja itu latihan terus menerus, kalau perlu kapan-kapan nanti kita dengan teman-teman media kita latihan baris-berbaris gitu ya. Betapa tidak mudahnya menjadi seorang Paskibra, apalagi tingkat nasional. Itu baru secara fisik, belum secara mental,” katanya.
Prasetyo menilai menjadi anggota Paskibraka tingkat nasional bukanlah tugas yang mudah. Para anggota Paskibraka dituntut mampu menjalankan tugas dengan sempurna di hadapan masyarakat Indonesia.
“Saudara nanti akan harus tampil ya, tidak boleh salah, tidak boleh ada yang keliru, dan di benak Anda, Anda berpikir bahwa Anda disaksikan oleh seluruh bangsa Indonesia, itu bukan sesuatu hal yang mudah,” tuturnya.
Karena itu, Prasetyo mengajak masyarakat untuk memberikan apresiasi terhadap para anggota Paskibraka yang telah menjalani proses panjang hingga dipercaya bertugas dalam upacara kenegaraan.
“Makanya kalau boleh secara pribadi, saya ingin menyampaikan bahwa marilah kita semua lebih banyak untuk kita memandang sesuatu itu dari sisi yang yang positif gitu. Bahwa ada kekurangan, ya, bahwa ada mungkin yang belum sempurna, iya, tapi segala hal profesi kita apa pun, bidang kita apa pun, itu segala sesuatunya perlu diapresiasi dan perlu kita hargai gitu ya. Itu nggak mudah,” pungkasnya.
Editor: Rizky Agustian