Siti Atikoh Lebih Senang Alam Ganjar Jadi Saintis Dibandingkan Politisi
"Jadi, biasanya kita melakukan survei ketika mencari SD, mengevaluasi beberapa sekolah dengan melihat kelebihan dan kekurangannya, dan kemudian membiarkan Alam yang membuat keputusan. Dalam hal karier juga, pendekatan yang sama berlaku. Ketika memasuki SMP, saya sudah bertanya padanya," ungkap Atiqoh.
Alam Ganjar: Seni Jadi Ruang Anak Muda Berekspresi Tanpa Batasan
Tak hanya pelajaran formal, untuk urusan hobi dan sejumlah pilihan lain, Siti Atikoh mengaku mengembalikan semua kepada si buah hati.
"Ketika menentukan pilihan kuliah, kami juga memperkenalkan berbagai hal, termasuk olahraga, musik, dan tentu saja agama. Politik mungkin menjadi pertimbangan untuk masa depannya. Namun, ternyata dia tidak memiliki passion di bidang tersebut; olahraga dan musik hanya merupakan hobi," lanjutnya.
Alam Ganjar Kunjungi Indonesia Comic Con X DG Con 2023, Puji Produk Kreatif Lokal
Terkait pilihan profesi, Siti Atikoh menyatakan keinginannya agar anaknya menjadi seorang profesional atau ilmuwan dengan keahlian di bidang pengetahuan alam.
Meskipun begitu, jika suatu saat nanti Alam Ganjar memutuskan untuk terlibat dalam dunia politik, Atikoh menegaskan bahwa hal tersebut seharusnya terjadi setelah memiliki persiapan yang cukup baik, baik dari segi mental, ekonomi, maupun emosional.
Alam Ganjar Dukung Penuh Sang Ayah Maju di Pilpres 2024, Sebut Keluarga Ekosistem yang Saling Menguatkan
Sebagai seorang ibu, Atikoh menyadari bahwa dia tidak memiliki hak untuk mengambil keputusan terkait masa depan putranya.