Stok Beras RI Tembus 4,56 Juta Ton, Pemerintah Siap Hadapi El Nino Godzilla
JAKARTA, iNews.id - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 4,56 juta ton pada Oktober 2026. Pemerintah mengandalkan stok tersebut untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga beras nasional sekaligus mengantisipasi ancaman El Nino Godzilla yang berpotensi memicu kekeringan.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi dampak El Nino sejak 2 tahun lalu. Menurutnya, besarnya cadangan beras saat ini menjadi salah satu modal untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
"Insya Allah, kami sudah persiapkan 2 tahun sebelumnya mengantisipasi El Nino Godzilla. Stok kita banyak, masih melimpah. Stok (Cadangan Beras Pemerintah) kita 4,5 juta ton. Jadi aman," ujar Amran dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (22/10/2026).
Berdasarkan data Bapanas, stok CBP yang dikelola Perum Bulog mencapai 4,56 juta ton pada Oktober 2026. Angka tersebut meningkat 17,52 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yang tercatat sebesar 3,88 juta ton.
Jika dibandingkan dengan Oktober 2023, ketika stok CBP berada di angka 1,51 juta ton, jumlah cadangan beras saat ini melonjak sekitar 201 persen. Bapanas menyebut peningkatan tersebut berasal dari produksi beras dalam negeri.
Besarnya cadangan beras juga menjadi bekal pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan menjelang akhir tahun. Langkah ini dinilai penting mengingat potensi penurunan curah hujan akibat El Nino dan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) yang dapat memengaruhi kondisi cuaca dan produksi pertanian.
Amran menegaskan, pemerintah berupaya menjaga kepentingan petani sebagai produsen sekaligus masyarakat sebagai konsumen. Dengan demikian, peningkatan produksi diharapkan berjalan seiring dengan kestabilan harga pangan.
"Sesuai perintah Bapak Presiden Prabowo, ini harus kita amankan dan stabilisasi. Strateginya dengan menjaga petani dan peternak kita. Produksi pangan kencang dan harga sama-sama baik sampai di konsumen," kata Menteri Amran.
Di sisi penyaluran, Bapanas mencatat realisasi distribusi CBP melalui Perum Bulog mencapai 2,84 juta ton sejak Januari hingga 20 Oktober 2026. Jumlah tersebut meningkat 217 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar 894 ribu ton.
Penyaluran CBP tersebut mencakup sejumlah program pemerintah, antara lain Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan beras, bantuan untuk bencana dan keadaan darurat, serta penyaluran bagi golongan anggaran.
Pemerintah memperkirakan total penyaluran CBP sepanjang 2026 dapat mendekati 4 juta ton. Proyeksi tersebut memperhitungkan sisa alokasi program SPHP sebesar 115,6 ribu ton dan bantuan pangan beras sebanyak 997 ribu ton.
Jika target itu tercapai, penyaluran CBP pada 2026 akan menjadi yang tertinggi sepanjang catatan yang disebutkan dalam data tersebut. Jumlahnya melampaui realisasi sepanjang 2024 yang mencapai 3,37 juta ton.
Editor: Donald Karouw