Stok Darah PMI Berkurang 50 Persen akibat Covid-19

Riezky Maulana · Selasa, 22 September 2020 - 10:14 WIB
Stok Darah PMI Berkurang 50 Persen akibat Covid-19

Ketua PMI Jusuf Kalla (JK) di Mabes TNI AD, Selasa (22/9/2020) (Foto: iNews/Riezky Maulana)

JAKARTA, iNews.id - Stok darah semakin berkurang akibat pandemi Covid-19. Masyarakat takut untuk mendonorkan darahnya saat pandemi.

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla menuturkan, selama masa pandemi Covid-19, pasokan stok kantong darah yang dimiliki PMI turun mencapai 50 persen.

Jusuf Kalla menyampaikan hal itu saat menyaksikan donor darah di Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 pada 5 Oktober mendatang. Kegiatan donor darah bekerja sama dengan PMI.

"Karena dalam situasi pandemi ini, di mana masyarakat itu tidak boleh keluar rumah, dan lain sebagainya. Serta kekhawatiran akan penularan maka persediaan donor darah langsung menurun 50 persen," kata pria yang akrab disapa JK di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (22/9/2020) pagi.

Dia menuturkan, jika biasanya di kantor-kantor sipil stok darah yang diambil maksimal 250 cc darah, maka ada perbedaan untuk prajurit TNI. JK menyebut mininum darah dari prajurit TNI adalah 350 cc, karena memiliki tingkat kesehatan yang terjamin.

"Sangat penting kalau di acara di kantor-kantor sipil itu maksimum satu orang 250 cc, sekarang di sini minimum 350 cc. Karena kita tahu semua tentara-tentara kita itu sehat-sehat badannya, badannya besar karena itu kualitas darahnya premium nomor satu," tuturnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, syarat mutlak, donor darah di tengah pandemi Covid-19 adalah sehat serta, dimulai dari umur 18 hingga 65 tahun. Menurutnya, hampir di semua acara donor darah TNI selalu memenuhi syarat.

"Syaratnya yang penting sehat, itu saja dan umur antara 18 sampai 60 tahun. Juga kalau tentara begini umur 65 juga boleh, tapi sudah pensiun artinya. Dan itu semua memenuhi syarat. Hampir semua acara donor darah dengan TNI hampir semuanya memenuhi syarat pesertanya," ucapnya.

Hasil acara tersebut, kata JK akan didistribusikan ke 194 rumah sakit di DKI Jakarta yang membutuhkan. Dia berharap kegiatan ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya memenuhi kebutuhan stok darah yang ada di Indonesia

"Bagaimana meningkatkan donor darah sehingga mencapai 80 persen dari 50 persen, kita masih ingin meningkatkan lagi sampai 95 persen sehingga upaya tersebut dapat memenuhi kebutuhan dimanapun di Indonesia," ujarnya.

Sekadar informasi, peserta donor darah yang dilakukan TNI dan PMI pada hari ini berjumlah 1.000 orang. Dengan perincian, 500 prajurit TNI, 50 anggota Polri, 200 ASN, 10 Dharma Pertiwi dan 240 komponen bangsa lainnya

Editor : Muhammad Fida Ul Haq