Strategi Prabowo Tangani Bencana Sumatra: Terstruktur, Sistematis dan Masif
JAKARTA, iNews.id - Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan, Timothy Ivan Triyono, menegaskan penanganan bencana di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dilakukan dengan pendekatan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). Pendekatan TSM merupakan arahan langsung Prabowo yang telah ditegaskan berulang kali baik dalam sidang kabinet paripurna, rapat terbatas, maupun saat mengunjungi lokasi terdampak bencana.
“Kehadiran presiden di lokasi bencana juga menjadi bentuk trauma healing, terutama bagi ibu-ibu dan anak-anak. Presiden ingin memastikan rakyat benar-benar merasakan perhatian negara,” ujar Ivan dalam keterangannya, Minggu (4/1/2025).
Menurut dia, Prabowo menekankan agar tidak ada praktik wisata bencana oleh pejabat. Setiap kunjungan ke lokasi bencana harus disertai kerja nyata dan bantuan langsung bagi masyarakat terdampak.
Arahan tersebut tercermin dalam kunjungan Prabowo ke sejumlah wilayah terdampak seperti Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Prabowo selalu mengajak menteri dan pejabat yang relevan dengan penanganan bencana, seperti Menteri PU, Panglima TNI, Kepala Staf TNI, Menteri ESDM, hingga Dirut PLN, untuk memastikan percepatan kerja di lapangan.
Ivan mencontohkan pembangunan jembatan darurat yang berhasil diselesaikan aparat TNI dalam waktu kurang dari satu minggu, jauh lebih cepat dari perkiraan awal. Prabowo juga menunjuk Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Ketua Satgas Percepatan Pemulihan Jembatan agar penanganan lebih terkoordinasi dan cepat.
Selain pendekatan struktural, Ivan menekankan sisi kepemimpinan lapangan dan empati Prabowo. Latar belakang Prabowo sebagai prajurit tempur membentuk gaya kepemimpinan yang terbiasa turun langsung ke lapangan, mengecek pelaksanaan perintah, dan memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.