Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Meski Punya BPJS Pasien DBD Masih Rogoh Kocek hingga Rp1,3 Juta, Ini Penyebabnya
Advertisement . Scroll to see content

Studi UGM: Sakit DBD Bisa Habiskan Biaya hingga Rp5,6 Juta bagi Pasien Tanpa BPJS

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:43:00 WIB
Studi UGM: Sakit DBD Bisa Habiskan Biaya hingga Rp5,6 Juta bagi Pasien Tanpa BPJS
Studi UGM mengungkapkan biaya yang harus ditanggung pasien tanpa BPJS Kesehatan bisa mencapai Rp5,6 juta untuk satu kali episode sakit. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Demam berdarah dengue (DBD) tidak hanya menjadi ancaman bagi kesehatan, tetapi juga dapat menguras kondisi keuangan pasien dan keluarganya. Studi terbaru dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkap biaya yang harus ditanggung pasien tanpa BPJS Kesehatan bisa mencapai Rp5,6 juta untuk satu kali episode sakit. 

Temuan tersebut dipaparkan dalam penelitian Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan FK-KMK UGM yang dikutip dari rilis resmi Takeda. Penelitian itu menunjukkan pasien tanpa jaminan kesehatan harus mengeluarkan biaya sekitar Rp4,3 juta hingga Rp5,6 juta karena seluruh biaya pengobatan dan perawatan ditanggung secara mandiri.

Sementara itu, pasien yang telah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau BPJS Kesehatan tetap mengeluarkan biaya pribadi (out of pocket) rata-rata Rp1,1 juta hingga Rp1,3 juta dalam satu episode sakit akibat dengue.

Peneliti UGM, Dr Diah Ayu Puspandari, M.Kes., MBA., Apt., menjelaskan pengeluaran tersebut umumnya bukan berasal dari biaya medis, melainkan kebutuhan nonmedis seperti transportasi menuju fasilitas kesehatan dan akomodasi bagi anggota keluarga yang mendampingi pasien selama menjalani perawatan.

Penelitian tersebut juga memperkirakan beban ekonomi akibat dengue di Indonesia sepanjang 2024 mencapai USD550,9 juta atau hampir Rp9 triliun, dengan lebih dari 2 juta kasus rawat inap. Besarnya angka tersebut menunjukkan dengue tidak hanya membebani sistem kesehatan, tetapi juga berdampak pada kondisi ekonomi keluarga. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut