Suhu Dingin Bediding Meluas ke Bali hingga NTT, Bertahan sampai September
JAKARTA, iNews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap fenomena suhu dingin atau bediding tidak hanya terjadi di Pulau Jawa, tetapi juga meluas ke Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). BMKG memperkirakan kondisi tersebut berlangsung hingga September.
Sekretaris Utama BMKG Guswanto menjelaskan, bediding merupakan fenomena yang lazim terjadi pada malam hingga pagi hari saat musim kemarau.
Langit cerah dengan tutupan awan yang minim membuat panas dari permukaan bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer sehingga suhu udara pada malam hari menjadi lebih rendah.
Selain itu, penguatan Monsun Australia membawa massa udara dingin dan kering dari wilayah selatan khatulistiwa. Kondisi tersebut membuat udara dingin lebih terasa di wilayah Indonesia bagian selatan, terutama kawasan dataran tinggi.
“Fenomena suhu dingin atau bediding di Jawa saat ini merupakan hal yang normal pada musim kemarau. BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh, mengenakan pakaian hangat saat malam/pagi, serta menjaga asupan cairan,” kata Guswanto dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).