Sukidi: Serangan terhadap Andrie Yunus adalah Serangan bagi Kita Semua
JAKARTA, iNews.id - Cendekiawan Kebangsaan dan Pemikir Kebinekaan Indonesia Profesor Sukidi Mulyadi mengecam serangan terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis hak asasi manusia (HAM) itu bukan yang pertama dan tidak akan menjadi yang terakhir.
Menurut Doktor lulusan Harvard ini, rentetan teror yang menimpa pejuang demokrasi, kemanusiaan, dan lingkungan hidup, mencerminkan upaya untuk membungkam kritik demi mempertahankan kekuasaan. Serangan yang dialami Andrie menjadi serangan bagi masyarakat Indonesia secara luas.
"Serangan pada Andrie adalah serangan pada kita semua,” ujar Sukidi dalam Pernyataan Sikap Tokoh Nasional Desak Pengusutan Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus, dikutip Kamis (19/3/2026).
Sukidi pun menekankan perlunya dua sikap utama dari masyarakat menyikapi kejadian itu. Pertama solidaritas kemanusiaan, yang lahir dari kesadaran bahwa penderitaan satu warga adalah penderitaan bersama.
Koalisi Masyarakat Dorong Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Diadili di Peradilan Umum
"Kesadaran ini harus diperkuat agar masyarakat mampu berbela rasa pada Andrie dan semua korban kriminalisasi," katanya.
Sikap kedua adalah perlawanan sipil. Dia menekankan, sikap ini tidak hanya berarti bergandengan tangan untuk saling melindungi, tetapi juga menolak tunduk pada praktik teror.
4 Oknum TNI Terduga Penyiram Air Keras Aktivis KontraS Terancam Pasal Penganiayaan
"Sekali kita tunduk, kita kalah. Civil resistance adalah sikap terbaik terhadap iklim ketakutan yang diciptakan praktik teror, intimidasi, represi, bahkan pembunuhan," kata Sukidi.