Survei JSI: Jokowi-Ma'ruf Amin Merakyat, Kalahkan Prabowo-Sandi
JAKARTA, iNews.id – Elektabilitas pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin kembali menggungguli pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Jokowi-Ma’ruf juga paling disukai publik.
Berdasarkan hasil survei lembaga Jaringan Suara Indonesia (JSI), elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 54,8 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 30,8 persen.
Direktur Eksekutif JSI Fajar S Tamin mengatakan, ada tiga alasan kuat bagi pemilih dalam menentukan pasangan capres dan cawapres. Pertama, kepribadian para kandidat.
”Kepribadian capres dan cawapres menjadi alasan paling tinggi yaitu 51,8 persen. Kemudian, kemampuan menyelesaikan masalah sebesar 23,2 persen dan menjawab isu persoalan di Indonesia sebesar 8,9 persen,” kata Fajar dalam paparan hasil survei di Jakarta, Jumat, (26/10/2018).
Selain alasan, survei JSI juga menilai tingkat persepi publik terhadap dua pasang calon di Pilpres 2019. Hasilnya, pasangan petahana hampir unggul di beberapa kriteria.
"Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dikenal merakyat daripada Prabowo-Sandi. Terlihat ada ketimpangannya antara 76,2 persen dibanding 16,0 persen. Sedangkan Prabowo-Sandi dikenal lebih tegas dibanding Jokowi-Ma'ruf Amin yaitu 53,3 persen dibanding 38,3 persen," ujarnya.
Paparan hasil survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) di Jakarta, Jumat (26/10/2018). (foto: iNews.id/Felldy Utama).
Kendati demikian, kata Fajar, angka tersebut masih sangat dinamis dan pasangan petahana ini hanya unggul tipis dengan pasangan Prabowo-Sandi. Dengan demikian Jokowi-Ma'ruf masih perlu untuk menguatkan pemilihnya.
"Angka ini belum cukup aman, karena keunggulannya masih 54 persen artinya ada 46 persen belum memilih pasangan Jokowi-Ma'ruf. Maka karena hanya dua calon angkanya masih belum aman, amannya 60 persen," kata dia.
Survei nasional JSI dilakukan pada 8 –13 April 2018 dengan melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi. Pengambilan sampel dalam survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sebesar 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Editor: Zen Teguh