Survei Sebut Penyuka 212 Banyak Pilih Anies daripada Prabowo, Ini Reaksi PA 212

Wildan Catra Mulia ยท Rabu, 26 Februari 2020 - 05:30 WIB
Survei Sebut Penyuka 212 Banyak Pilih Anies daripada Prabowo, Ini Reaksi PA 212

Ketua Media Center PA 212, Novel Bamukmin. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id – Hasil penelitian Media Survei Nasional (Median) yang dirilis kemarin menunjukkan bahwa penyuka Gerakan 212 lebih banyak memilih Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan daripada Prabowo Subianto sebagai capres pada 2024. Saat dimintai tanggapannya, Persaudaraan Alumni (PA) 212 tidak menampik hasil survei itu.

Ketua Media Center PA 212, Novel Bamukmin menjelaskan, kecenderungan seperti yang tergambar dalam survei Median itu adalah bentuk dari sikap kelompoknya setelah Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 selesai dilaksanakan. Sikap tersebut diklaimnya juga untuk menghindari adanya kepentingan partai politik.

“Sehingga, para ulama dan tokoh 212 sudah menetapkan sikap seperti FPI (Front Pembela Islam) yang sudah menyatakan tidak ada lagi hubungan dengan Prabowo. Maka dengan pernyataan itu, kami jadi punya sikap yang jelas tidak lagi menjalin hubungan politik lagi sesuai pernyataan pimpinan FPI,” kata Novel saat dihubungi iNews.id di Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Novel mengatakan, Anies juga sosok yang dekat dengan ulama. Terlebih bagi habaib (para habib) dalam barisan Gerakan 212 yang mendukungnya dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Dia juga menyebut mantan mendikbud itu sangat dekat dengan warganya sehingga layak diperjuangkan menjadi presiden republik ini di kemudian hari.

“Perlu diingat juga karakter Anies Baswedan yang memang dekat dengan ulama dan umat Islam, khususnya spirit 212, tanpa sekat sama sekali dan kita sangat merasakan begitu, Anies sangat mengayomi, perhatian, dan membela warganya,” tuturnya.

Kebaikan Anies, menurut Novel, terlihat saat kejadian unjuk rasa yang terjadi pada 21-22 Mei 2019 di depan Kantor Bawaslu RI, Jakarta. Dia menyebut kala itu Anies terlihat langsung menemui korban yang notabene warga Ibu Kota dan umat Islam yang sedang mencari keadilan dalam hasil Pemilu.

“Ini dibuktikan di saat-saat ‘Tragedi Ramadan Berdarah’ 21-22 Mei, saat umat Islam dibantai, Anies segera memberikan bantuan secepatnya kepada korban dengan turun sendiri ke rumah sakit yang ada,” kata Novel.

“Dan juga saat demo di depan DPR oleh mahasiswa dan warga Jakarta, Anies kembali melakukan hal yang sama dengan tidak memikirkan jabatannya sebagai gubernur yang di bawah pengawasan presiden. Jelas Anies Baswedan jauh dari menjilat kepada rezim ini,” ucapnya.

Dengan begitu, kata dia, Anies Baswedan adalah sosok yang tepat untuk didukung sebagai kandidat presiden 2024. Novel berharap mantan rektor Universitas Paramadina itu mampu menyerap aspirasi Gerakan 212, terlebih umat Islam.

“Anies Baswedan otomatis menjadi tumpuan politik dan harapan ke depan untuk bisa menerima aspirasi politik kami agar diperjuangkan kembali baik di Pilkada DKI Jakarta 2022 untuk menuju Pilpres 2024,” katanya.

Lembaga Median merilis hasil survei nasional dengan tema “Kuda Hitam Capres 2024 dan Persepsi Publik Atas Dinamika Sosial Politik Pasca 100 Hari Jokowi-Ma'ruf”, Senin (24/2/2020). Survei itu juga menghitung pengaruh dinamika Gerakan 212 terhadap elektabilitas sejumlah tokoh yang berpeluang maju di Pilpres 2024.

Dalam survei capres itu, 28,8 persen responden menjawab suka dengan Gerakan 212. Sedangkan 20,7 persen lainnya menjawab tidak suka dan tidak menjawab sebesar 50,6 persen. “Jadi kita bisa melihat mayoritas yang suka terhadap 212 itu memilih tiga orang yaitu Prabowo, Anies, dan Sandi. Sebagian besar justru memilih Anies Baswedan,” ujar Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, di Jakarta, Senin (24/2/2020).

Editor : Ahmad Islamy Jamil