Tak Ada Tanda Kekerasan di Jasad Sutrimo Orang Dekat Febrie, Penyebab Kematian Masih Misterius
"Pemeriksaan toksikologi yaitu untuk mencari apakah adanya racun dan lain sebagainya, nanti akan dilakukan oleh Puslabfor," ujarnya.
Tim forensik juga menelusuri informasi mengenai Sutrimo yang sempat ditemukan dalam kondisi mengeluarkan buih dari mulut dan hidung. Namun, saat proses pemeriksaan jasad dilakukan, buih tersebut sudah tidak ditemukan.
"Tapi kami mencoba melakukan tadi, pemisahan laboratorium mengambil dengan cara men-swab, apakah di situ masih ada sisa-sisa dari yang terkandung dari ini. Kita tunggu dari hasil laboratorium tersebut, apakah itu dari toksikologi atau pun dari pemeriksaan DNA-nya atau pun dari pemeriksaan histopatologinya," tutur Yudi.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto meminta semua pihak memberikan waktu kepada tim forensik untuk menyelesaikan pemeriksaan.
"Kami memahami bahwa proses ini bukanlah hal yang mudah bagi keluarga, oleh karena itu rangkaian kegiatan dilaksanakan secara profesional, hati-hati, dan tetap menghormati martabat almarhum serta perasaan keluarga," ucap Budi.
Ekshumasi jasad Sutrimo dilakukan pada Rabu (12/8/2026). Proses tersebut berlangsung sekitar tiga setengah jam mulai pukul 09.30 WIB hingga 13.00 WIB.
Ekshumasi melibatkan tim dari Polda Metro Jaya, Polda Jawa Tengah, PDFMI, Laboratorium Forensik Polri, serta unsur akademik. Autopsi ulang dilakukan untuk membantu memastikan penyebab kematian Sutrimo.
Editor: Rizky Agustian