Tak Hanya Minyak Goreng, Sawit Ternyata Bisa Diolah Jadi Cokelat hingga Bahan Batik
Pemanfaatan produk turunan sawit juga diperkenalkan melalui UMKM Smart Batik Indonesia dari Yogyakarta. UMKM tersebut menggunakan malam berbasis sawit dalam proses membatik.
Inovasi ini menunjukkan bahwa produk turunan sawit tidak hanya dapat dimanfaatkan di sektor pangan, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan dalam industri kreatif.
BPDP bersama Smart Batik Indonesia menggelar workshop membatik dan mewarnai menggunakan malam berbasis sawit pada Jumat (28/8/2026). Dalam kegiatan tersebut, pengunjung diajak mengenal proses membatik sekaligus mencoba secara langsung penggunaan inovasi malam sawit.
Farouq mengatakan, kehadiran Afa Cokelat dan Smart Batik Indonesia menjadi bagian penting untuk menunjukkan secara langsung hasil inovasi serta pemanfaatan produk turunan komoditas perkebunan.
“Kami berharap masyarakat dapat melihat secara langsung bahwa produk turunan perkebunan memiliki ruang pengembangan yang sangat luas. Kehadiran Afa Cokelat dan Smart Batik Indonesia menjadi contoh bagaimana inovasi dapat menghasilkan produk yang kreatif sekaligus membuka peluang bagi pengembangan usaha dan pasar,” ucapnya.
JIFHEX 2026 merupakan pameran yang mempertemukan pelaku usaha di sektor food, beverage, hospitality, dan UMKM. Penyelenggara menargetkan lebih dari 16.000 market potential dari berbagai sektor HORECA dan retail.
Pameran tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperluas jejaring, memperkenalkan produk, serta menemukan peluang bisnis baru.
BPDP mendorong pengenalan lebih luas terhadap potensi hilirisasi komoditas perkebunan. Pemanfaatan sawit dalam produk cokelat dan malam batik menjadi contoh bahwa komoditas tersebut tidak hanya dapat diolah menjadi minyak, tetapi juga dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah di sektor pangan dan industri kreatif.
Editor: Aditya Pratama