Taman Bermain Khusus Anak Difabel di AS Curi Perhatian, Dikunjungi 25.000 Orang Tiap Bulan

Nathania Riris Michico ยท Kamis, 10 Oktober 2019 - 07:08 WIB
Taman Bermain Khusus Anak Difabel di AS Curi Perhatian, Dikunjungi 25.000 Orang Tiap Bulan

Taman bermain inklusif untuk anak berkebutuhan khusus di California, AS. (FOTO: doc. PHOTO COURTESY OF MAGICAL BRIDGE)

CALIFORNIA, iNews.id - Pada 2008, Olenka Villareal, imigran asal Ukraina yang pindah ke California, Amerika Serikat (AS), menyadari bahwa putri bungsunya, Eva, yang memang berkebutuhan khusus, mengalami kesulitan ketika bermain bersama teman-temannya di taman bermain.

Undang-Undang Disabilitas AS memang memandatkan taman bermain di sana dapat diakses oleh anak-anak penyandang cacat atau difabel. Namun faktanya, sebagian taman hanya berupaya memenuhi aturan undang-undang ini secara minimal.

"Taman bermain yang ada memang dapat dimasuki kursi roda, tetapi penggunanya dapat terjungkal," ujar Olenka, seperti dilaporkan Associated Press.

Olenka Villareal mengatakan, selain terjungkal, kursi roda juga kerap tersangkut di batang kayu dan banyak perosotan anak terlalu curam untuk didaki tanpa bantuan.

"Anak-anak berkebutuhan khusus biasanya duduk di sini, sementara anak-anak lain berlari-lari melewati mereka. Ini karena anak-anak berkebutuhan khusus tidak dapat mengangkat diri mereka sendiri tanpa bantuan," jelasnya.

Itulah sebabnya Olenka mendatangi pemerintah kota, yang kemudian memberinya sebidang tanah untuk taman bermain inklusif, jika dia dapat membangunnya. Selama tujuh tahun, Olenka bersama tim-nya mengumpulkan empat juta dolar untuk membangunnya.

Lalu pada 2015, taman bermain untuk anak berkebutuhan khusus itu pun dibuka.

Taman bermain inklusif yang baru itu dibuat dari kayu.

"Dibuat dari kayu bagi anak-anak yang tidak dapat melihat atau penderita autisme, di mana menyentuh kayu merupakan hal penting bagi mereka," ujar dia.

Ada sebuah rumah kecil yang cukup bagi anak-anak dan orangtua jika mereka tidak nyaman bermain sendiri. Juga tempat khusus bagi mereka yang memiliki keterbatasan penglihatan dan mengidap gangguan tingkah laku dan kognitif.

Tempat itu mengeluarkan suara berbeda setiap 30 detik dan anak-anak merasa seperti tercebur di genangan air, berjalan di salju, jatuh di dedaunan atau menginjak es.

Rumah dari kayu yang aman bagi anak pengidap autisme. (FOTO: doc. PHOTO COURTESY OF MAGICAL BRIDGE)

Ada pula perosotan anak-anak yang dibuat Olenka karena terinspirasi putri kecilnya, Eva.

"Anak-anak yang menggunakan kursi roda tetap dapat meluncur ke bawah dan menunggu orangtua atau saudara mereka membawakan kursi rodanya."

Pembangunan taman ini membutuhkan waktu lima tahun dan konsultasi berulangkali dengan para orangtua, psikolog, arsitek, dan seniman lanskap. Namun ketika dibuka pada 2015, taman bermain in menjadi pembicaraan banyak orang, di mana lebih dari 25.000 orang mengunjungi taman ini setiap bulan.

Salah seorang di antaranya adalah Nidmalam Gevati, yang datang dari Nepal ke California untuk mendapat ilham dan menciptakan taman bermain serupa di tanah airnya.

"Ada begitu banyak sentuhan yang dapat dirasakan dan dipelajari. Sebuah taman bermain seperti ini sangat penting karena Anda bisa keluar rumah dan terpapar lingkungan luar, serta berteman," kata Nidmala.

Melihat keberhasilan Magical Bridge Playground, Olenka Villareal memutuskan memperluas taman bermain itu. Pada 2016, dia dan tim-nya memulai Magical Bridge Foundation untuk mengumpulkan uang guna membantu masyarakat di daerah lain untuk membangun taman bermain inklusif serupa.

"Tahun ini kami diundang ke Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, dan taman bermain kami menjadi contoh taman bermain inklusif bagi semua," jelas Olenka.

Didorong keberhasilan taman bermain itu, otoritas lokal di California kini membangun lima taman bermain inklusif serupa di negara bagian itu.

Editor : Nathania Riris Michico