Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 50.342 Kendaraan Kembali ke Jakarta dari Tol Trans Jawa
Advertisement . Scroll to see content

Tekan Kasus Positif Covid-19, Epidemiolog Sarankan Libur Panjang Akhir Tahun Dihapus

Selasa, 01 Desember 2020 - 06:37:00 WIB
Tekan Kasus Positif Covid-19, Epidemiolog Sarankan Libur Panjang Akhir Tahun Dihapus
Sebuah warung di Yogya yang menjual mi dan nasi goreng ditutup hingga akhir November lantaran jadi tempat penularan Covid-19. (Foto Ilustrasi : Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), agar libur panjang akhir tahun ditiadakan. Pasalnya, kasus positif Covid-19 di Indonesia masih tinggi.

Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengatakan, dengan tingginya kasus harian Covid-19 di Indonesia, mobilisasi pergerakan massa harus diantisipasi atau ditekan. "Artinya segala macam mobilisasi massa interaksi yang tinggi seperti cuti bersama itu kan berpotensi besar terjadinya satu pemburukan,” ujar Dicky di Jakarta, Selasa(01/12/2020).

Oleh sebab itu, menurut Dicky, idealnya akhir tahun ini tidak ada libur panjang. Dengan begitu, semua masyarakat tetap berada di rumah dan tak bepergian.

“Ideanya tidak ada libur panjang. Semua tetap di rumah semua tidak keluar daerah dan tetap di lokasinya,” katanya.

Namun, bila cuti bersama tetap dilakukan, lanjut Dicky, pemerintah harus mengeluarkan pedoman penanganan Covid-19. Hal ini seperti melakukan testing massal bagi mereka yang brpergian di momen cuti bersama tersebut.

“Bila ada tetap diadakan harus ada testing dan CDC (Centers for Disease Control and Prevention) sudah mengeluarkan pedoman bila libur panjang testing dilakukan untuk orang yang pulang dan artinya win-win solution,” tuturnya.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut