Terdampar di Pulau Dekat Anak Krakatau, 17 Peneliti Undip Dievakuasi

Irfan Ma'ruf ยท Senin, 24 Desember 2018 - 18:59 WIB
Terdampar di Pulau Dekat Anak Krakatau, 17 Peneliti Undip Dievakuasi

Ditpolair Baharkam Polri bekerja sama dengan Bakamla berhasil mengevakuasi 17 peneliti Undip yang terdampar di pulau dekat Gunung Anak Krakatau.

JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 17 tim peneliti dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah (Jateng) yang menjadi korban tsunami Selat Sunda berhasil dievakuasi. Salah satu diantara 17 peneliti tersebut, saat dievakuasi mengalami luka berat.

"Satu dosen selamat, 1 orang luka berat, lainnya luka ringan. Semuanya sudah berhasil dievakuasi oleh tim Pol Air," kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (24/12/2018).

Penyelamatan terhadap 17 penliti tersebut, dia mengungkapkan, dilakukan Pol Air saat korban berada di salah satu pulau yang dekat dengan Gunung Anak Krakatau, yang masih aktif. "Di tengah laut sama di Pulau itu, pulau sekitar Gunung Anak Krakatau," ujarnya.

Evakuasi korban yang dilakukan Pol Air tersebut bekerja sama dengan Bakamla. Dedi mengatakan, pihaknya terus melakukan pilenyisiran di laut terdampak tsunami.

"Tim masih bekerja terus. Kapal kita bekerja sama dengan Bakamla untuk terus menyisir wilayah perairan. Untuk Pol Air mengerahkan lima kapal kualifikasinya type B," pungkasnya.

Sebelumnya, Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Baharkam Polri berhasil mengevakuasi puluhan korban tsunami Selat Sunda yang menerjang Banten dan Lampung. Hingga saat ini, tim gabungan dari TNI, Polri, dan Basarnas serta relawan masih terus melakukan penelusuran.

Karopenmas Div Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya berhasil mengevakuasi 29 korban yang berada di wilayah perairan di Pulau Sangiang, Serang, Banten.

"Sudah ada, untuk dari Pol Air hari ini sudah melakukan evakuasi terhadap korban wilayah perairan. Jadi ada 29 orang yang berhasil diselamatkan di perairan," katanya di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (24/12/2018).

Puluhan korban yang telah dievakuasi itu, Dedi menyebutkan, kebanyakan mengalami luka berat dan ringgan. Dia merinci, untuk korban luka berat sebanyak 28 orang yang terdiri dari 25 laki-laki dan 3 perempuan. Sedangkan untuk luka ringan hanya satu orang.

Editor : Djibril Muhammad