Ternyata Ini Alasan Prabowo Tunjuk Sjafrie Sjamsoeddin dan Suryo sebagai Penasihat Khusus

Felldy Utama ยท Selasa, 31 Desember 2019 - 04:00 WIB
Ternyata Ini Alasan Prabowo Tunjuk Sjafrie Sjamsoeddin dan Suryo sebagai Penasihat Khusus

Mantan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. (Foto: Sindonews).

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menunjuk dua sahabatnya sejak di Lembah Tidar untuk memperkuat Kementerian Pertahanan. Keduanya, Letjen TNI (Pur) Sjafrie Sjamsoeddin dan Letjen TNI (Pur) Johanes Suryo Prabowo.

Sjafrie didapuk sebagai penasihat khusus, sementara Johannes Suryo Prabowo direncanakan masuk Komite Kebijakan Industri Pertahanan. Apa alasan Prabowo mengajak mereka?

Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik, Sosial Ekonomi, dan Hubungan Antarlembaga Menhan Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan latar belakang penunjukan tersebut. Khusus Sjafrie, Prabowo melihat pengalaman panjang koleganya itu di Kemhan yang pernah menjabat sebagai wamenhan dan sekjen.

"Kapasitas beliau sangat dibutuhkan oleh Pak Menhan memberikan berbagai masukan dan asistensi kerja-kerja Pak Prabowo sebagai Menhan," kata Dahnil di Jakarta, Senin (30/12/2019).

BACA JUGA: Prabowo dan Panglima TNI Bertekad Wujudkan Postur Pertahanan Negara Andal

Adapun mengenai penunjukkan Suryo Prabowo, mantan Kasum TNI tersebut masih aktif memberikan masukan-masukan dan asistensi secara personal kepada Prabowo. Hanya, Prabowo belum menetapkan secara resmi jabatan yang bakal diemban Suryo.

"Beliau belum memiliki jabatan resmi di kemhan," ucapnya.

Sjafrie bukan nama asing di Kemhan. Kapuspen TNI era 2002-2005 itu pernah menjabat Sekjen Departemen Pertahanan pada 2005. Pada 2010, dia dipercaya untuk menjabat wakil menteri pertahanan.

Sjafrie merupakan alumnus Akmil 1974, bareng dengan Prabowo. Rekam jejaknya diwarnai dengan sejumlah operasi tempur. Pernah menjadi Komandan Peleton Grup 1 Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha), dia dipercaya sebagai Komandan Nanggala X Timor-Timur (1976), Komandan Nanggala XXI Aceh (1987) dan Komandan Tim Maleo Irian Jaya (1987).


Editor : Zen Teguh