Tersangka KPK, Anggota BPK Rizal Djalil Diduga Terima 100.000 Dolar Singapura

Ilma De Sabrini ยท Rabu, 25 September 2019 - 18:06 WIB
Tersangka KPK, Anggota BPK Rizal Djalil Diduga Terima 100.000 Dolar Singapura

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (kanan) dan Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (25/9/2019). (Foto: iNews.id/Ilma Naviah de Sabrini).

JAKARTA, iNews.idKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil sebagai tersangka. Mantan anggota DPR/MPR itu diduga menerima uang suap 100.000 dolar Singapura terkait proyek Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Kementerian PUPR.

Penetapan tersangka Rizal berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 28 Desember 2018. Dalam operasi senyap ini, KPK mengamankan barang bukti berupa uang senilai Rp3,3 miliar, 23.100 dolar Singapura, dan 3.200 dolar Amerika Serikat atau setara Rp3,58 miliar.

Saat itu KPK menetapkan 8 orang sebagai tersangka dari unsur Kepala Satuan Kerja SPAM, PPK dan pihak PT WKE dan PT TSP.

Mereka telah diproses di persidangan pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada PN Jakarta Pusat. Sebagian telah berkekuatan hukum tetap dan dilakukan eksekusi.

BACA JUGA: KPK Tetapkan Anggota BPK Rizal Djalil Tersangka Suap Proyek SPAM

”Dari OTT dengan nilai barang bukti sekitar Rp3,58 miliar tersebut, KPK mengungkap sejumlah alokasi untuk aliran dana lain hingga berjumlah sekitar Rp100 miliar dan menguak praktik korupsi masal yang terjadi terkait proyek air minum ini,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Dia menjelaskan, dalam perkembangan proses penyidikan dan mengamati fakta persidangan, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup tentang dugaan keterlibatan pihak lain baik pemberi selain pihak PT WKE dan PT TSP atau pun penerima lain dalam tindak pidana korupsi suap terkait dengan pelaksanaan proyek ini.

”Dalam pengembangan perkara ini, ditemukan dugaan aliran dana 100.000 dolar Singapura atau setara Rp1,3 miliar pada salah satu anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dari pihak swasta,” ujarnya.

Anggota BPK tersebut yakni Rizal Djalil. Adapun penerimaan berasal dari Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama, Leonardo Jusminarta Prasetyo, yang juga telah ditetapkan tersangka.

Menurut Saut, Leonardo menyerahkan uang ke Rizal Djalil melalui keluarganya dalam bentuk pecahan 1.000 dolar Singapura atau 100 lembar. Penyerahan dilakukan di area parkir pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan.


Editor : Zen Teguh