Tersangka Suap Proyek Meikarta, Ini Profil Bupati Bekasi Neneng Yasin
JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek perizinan Meikarta. Neneng turut diduga menjadi pihak penerima suap.
“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dengan menetapkan 9 orang tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (15/10/2018).
Syarif menjelaskan, tersangka diduga sebagai pemberi suap yakni Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, Konsultan Lippo Group Taryudi dan Fitra Djaja Purnama, dan pegawai Lippo Group Hery Jasmen.
Adapun tersangka penerima suap yakni Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, Kepala Dinas PUPR Bekasi Jamaludin, Kepala Dinas Kebakaran Bekasi Sahat M Nahar, Kepala Dinas DPMPTSP Dewi Tisnawati, dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi.
KPK sebelumnya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Dinas PUPR Kabupaten Bekasi. Sebanyak 9 orang diamankan. Operasi senyap juga dilakukan di Surabaya dengan menangkap satu orang.
Saat penangkapan ini beredar, Neneng mengaku tidak tahu-menahu. Dia juga tak mengetahui siapa saja yang dibawa KPK. "Siapanya juga enggak tahu. Izinnya apa saya enggak tahu juga," ujar Neneng di Pemkab Bekasi, Senin (15/10/2018).

Lahir di Karawang, 23 Juli 1980 (38 tahun), Neneng yang akrab disebut Mpo Neneng ini merupakan bupati petahana. Politikus Partai Golkar itu menjabat pada periode 2012-2017.
Pada Pilkada 2012, Neneng yang berpasangan dengan Rohim Mintareja meraup 442.857 suara sah atau 41,0 persen. Pada Pilkada 2017, Neneng kembali mencalonkan diri. Kali ini dokter alumni Yarsi itu menggandeng Eka Supriatmaja.
Di Pilkada Bekasi, Neneng-Eka diusung Golkar, PAN, NasDem, dan Hanura. Mereka menang dengan meraup 471.585 suara.
Di organisasi, Neneng pernah mengemban beberapa jabatan seperti Ketua PDK Kosgoro 1957 Kabupaten Bekasi, Wakil Bendahara DPD Golkar Jawa Barat, Bendahara Koni Kabupaten Bekasi.
Sebelum menjabat bupati, dia tercatat sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2009-2014. Selain itu dia juga Direktur Utama PT Citra Sarana Karya.
Editor: Zen Teguh