Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : KPU RI Ungkap Salinan Ijazah Jokowi Pernah Ditayangkan ke Publik saat Pilpres
Advertisement . Scroll to see content

Terus Bertambah, Anggota KPPS Gugur 287 Orang dan 2.095 Sakit

Minggu, 28 April 2019 - 20:15:00 WIB
Terus Bertambah, Anggota KPPS Gugur 287 Orang dan 2.095 Sakit
Data KPU hingga Minggu (28/4/2019) pukul 13.00 WIB mencatat 287 anggota KPPS gugur saat menjalankan tugas Pemilu 2019. (Foto: ilustrasi/RCTI).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id, - Jumlah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang gugur dalam menjalankan tugas Pemilu 2019 terus bertambah. Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang diperbarui pada Mingg (28/4/2019) hingga pukul 13.00 WIB, sebanyak 287 orang meninggal dunia.

Jumlah ini naik dari sehari sebelumnya yang tercatat 272 petugas KPPS. Dari tabulasi data KPPS gugur yang ditunjukkan Komisioner KPU Evi Novida Ginting, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah KPPS gugur dan sakit terbanyak.

Tercatat 89 orang mengembuskan napas terakhir saat atau seusai bertugas melaksanakan Pemilu Serentak 2019 di Jabar. Adapun, petugas KPPS sakit mencapai 259 orang.

Banyaknya petugas KPPS gugur mengundang keprihatinan banyak kalangan. Wakil Presiden Jusuf Kalla sebelumnya meminta agar pelaksanaan pemilu serentak dievaluasi.

Cawapres 02 Sandiaga Uno juga sepakat agar mekanisme penyelenggaraan pemilu diperbaiki. Menurutnya, peristiwa meninggalnya ratusan petugas KPPS di Pemilu Serentak 2019 merupakan bencana yang harus mendapat perhatian khusus dari seluruh elemen bangsa.

Selain itu, diperlukan juga penelitian secara medis mengingat banyaknya jatuh korban. “Ini proses yang saya rasa betul-betul perlu penelahaan secara medis. Kita layak bertanya, kenapa terjadi korban yang terus-menerus berjatuhan seperti ini?” ucapnya, Minggu (28/4/2019).

Editor: Zen Teguh

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut