Tetangga Akan Kuatkan dan Rangkul Keluarga Terduga Teroris yang Serang Mabes Polri
JAKARTA, iNews.id- Terduga teroris ZA ditembak mati karena menyerang Mabes Polri merupakan warga Ciracas, Jakarta Timur. Beberapa tetangga mengaku akan menguatkan dan merangkul keluarga ZA.
Menurut beberapa tetangga yang ditemui di dekat rumah ZA, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, pada Rabu (31/3/2012) malam, peristiwa itu justru jadi alasan harus merangkul keluarga ZA. Sebab para tetangga memliki hubungan baik dengan orang tua serta kakak-kakak pelaku.
“Saya tuh kalau dia (orang tua ZA) ada di sini saya mau bertemu. Sedih lah. Saya (ingin) kasih semangat,” kata salah satu tetangga rumah keluarga ZA, Tiuria Gultom.
Tiuria juga tidak menyangkal ada beberapa warga yang mengutarakan ketakutannya setelah peristiwa itu. Namun dia mengaku akan berusaha membujuk warga agar tidak terjebak rasa takut.
Terduga Teroris yang Serang Mabes Polri Pakai Air Gun Ilegal, Ini Jenisnya
“Aku bilang (ke beberapa tetangga) besok kita ke sini ya. Saya bilang warga saya, gak boleh takut. Gak boleh begitu, kita saling menguatkan, tadi saya bilang warga saya,” kata Tiuria.
Tiuria merupakan salah satu ketua RT di RW 10. Dia mengaku punya hubungan baik dengan keluarga ZA, termasuk orang tuanya dan kakak-kakaknya. Dia sudah tinggal di daerah itu selama lebih dari 30 tahun.
Sosok Zakiah Terduga Teroris Penerobos Mabes Polri di Mata Tetangga
Sementara itu, tetangga yang lain, pasangan suami istri berinisial R dan S, mengatakan peristiwa itu tidak mengubah hubungan baik yang telah terjalin lama dengan keluarga ZA. Dia juga akan menguatkan keluarga ZA.
Rumah Terduga Teroris Penyerang Mabes Polri Dipasang Garis Polisi
“Setelah ini ya tidak ada masalah. Selama ini ya (kami) gak ada masalah apa-apa. Ya namanya kita ini ya bertetangga, yang sudah-sudah, ya sudah. (Mereka) seperti keluarga, saudara sendiri,” kata S.
Kemudian R mengatakan masyarakat di daerahnya itu memiliki hubungan baik antarwarga. Dia yakin ikatan kekeluargaan yang terjalin dengan baik selama puluhan tahun tidak akan berubah.
“Di sini, Insyaallah, gak ada dikucilkan, karena orang tuanya orang baik,” kata R.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan kronologi penyerangan terduga teroris berinisial ZA ke sejumlah polisi di Mabes Polri. Penyerangan terjadi sekira pukul 16.30 WIB, Rabu (31/3/2021).
ZA ditembak mati oleh petugas karena mengeluarkan 6 kali tembakan. ZA disebut pelaku jenis lone wolf atau berkerja sendiri. ZA berideologi radikal ISIS.
Editor: Ibnu Hariyanto