TGPF Intan Jaya: Keluarga Pendeta Yeremia Mau Tanda Tangan BAP dan Autopsi

Riezky Maulana · Senin, 12 Oktober 2020 - 09:59:00 WIB
TGPF Intan Jaya: Keluarga Pendeta Yeremia Mau Tanda Tangan BAP dan Autopsi
Ketua Harian Kompolnas yang juga Ketua Tim Investigasi Lapangan TGPF Intan Jaya Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto. (Foto: dok. Okezone).

JAKARTA, iNews.id - Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) penembakan di Intan Jaya terus menggali serta mendalami keterangan dari berbagai pihak, termasuk keluarga korban pendeta Yeremia Zanambani. Hal itu dilakukan untuk memperkuat data dan informasi yang sedang dikumpulkan.

Ketua TGPF Benny Mamoto mengatakan, penembakan pada Jumat, 9 Oktober 2020 usai mendatangi tiga tempat kejadian perkara (TKP), tak menyurutkan tim menuntaskan pemeriksaan. "Ini kami lakukan sampai malam, jadi target akan terus kami kejar hingga tercapai," ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (11/10/2020) malam.

TGPF, Benny menuturkan, berhasil meyakinkan keluarga pendeta Yeremia untuk melakukan autopsi dan mendatangani berita acara pemeriksaa (BAP) dari kepolisian. Sebelumnya keluarga tidak mau menandatangani BAP dan autopsi akan dilakukan pada kesempatan lain.

Benny memaparkan, tugas TGPF mengumpulkan data di lapangan untuk membuat terang peristiwa. Nantinya, segala bentuk data dan informasi yang telah dikumpulkan akan dianalisis dan evaluasi sebelum diserahkam ke Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

"Seluruh informasi yang kami peroleh akan kami analisa, akan kami evaluasi, kemudian akan kami laporkan kepada Bapak Menko Polhukam selaku penanggung jawab," ujarnya.

Benny memberikan apresiasi kepada TNI-Polri yang bertugas di daerah Intan Jaya karena telah membantu keamanan TGPF. "Memang berat sekali kondisi medan, kemudian keterbatasan transportasi-komunikasi, itu semua jadi kendala," katanya.

Sejauh ini, TGPF telah mendatangi lokasi TKP penembakan, pemakaman dan gereja, bertemu keluarga korban, serta sejumlah saksi lain di lapangan. Tim pun telah meneliti TKP dan berdialog dengan keluarga serta warga.

Diberitakan sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD menyebut polisi cukup kesulitan mengungkap dalang pembunuhan pendeta Yeremia. Kesulitan itu karena polisi tidak dapat melihat jenazah.

Keluarga juga langsung menguburkan jasad pendeta Yeremia. Kesulitan lain, keterangan istri mendiang selalu berbeda-beda.

Editor : Djibril Muhammad

Bagikan Artikel: