Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 20 Pendaki Tersesat dan Terluka saat Gunung Dukono Meletus, Salah Satu WNA Singapura
Advertisement . Scroll to see content

Tim SAR Terjang Abu Vulkanik Evakuasi 2 Korban Tewas Erupsi Gunung Dukono

Jumat, 08 Mei 2026 - 15:32:00 WIB
Tim SAR Terjang Abu Vulkanik Evakuasi 2 Korban Tewas Erupsi Gunung Dukono
Tim SAR gabungan mengevakuasi pendaki yang tersesat dan terluka akibat erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026). (Foto: SAR)
Advertisement . Scroll to see content

HALMAHERA UTARA, iNews.idTim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, dan TNI/Polri terus berjibaku melakukan proses evakuasi korban erupsi Gunung Dukono, Halmahera Utara, Maluku Utara. Langkah penyelamatan ini dilakukan menyusul erupsi hebat yang terjadi pada Jumat (8/5/2026) pagi, yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka.

Hingga menjelang siang, tim gabungan masih melakukan penyisiran di zona bahaya untuk menjemput para pendaki yang terjebak. 

Berdasarkan data sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), petugas tengah mengevakuasi lima orang pendaki yang mengalami luka-luka akibat aktivitas vulkanik tersebut.

"Selain korban luka, fokus utama tim evakuasi saat ini adalah memverifikasi dan membawa turun dua orang wisatawan yang dilaporkan meninggal dunia di kawasan gunung," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul MU harus dalam keterangan resminya. 

Medan Berat dan Hujan Abu Pekat
Proses evakuasi berlangsung dalam kondisi yang sangat menantang. Tim SAR harus berhadapan dengan kolom abu vulkanik berwarna hitam pekat yang menjulang hingga ketinggian 10.000 meter. 

Aktivitas kegempaan yang terekam dengan amplitudo maksimum 34 mm serta dentuman kuat dari kawah terus membayangi pergerakan tim di lapangan.

"Tim gabungan terus melaksanakan penyisiran guna mengevakuasi sejumlah pendaki yang mengalami situasi darurat. Penanganan dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat aktivitas vulkanik masih sangat dinamis," kata Abdul Muhari.

Dia mengatakan, sebagai pusat kendali penyelamatan, BPBD Kabupaten Halmahera Utara telah mendirikan Posko Tanggap Darurat Bencana Terpadu. Posko ini mengoordinasikan potensi SAR, tenaga medis, hingga personel keamanan untuk memastikan seluruh pendaki yang terdata di kawasan gunung dapat segera ditemukan dan dibawa ke tempat aman.

Muhari menjelaskan, tim juga terus melakukan pendataan lanjutan di wilayah terdampak, seperti Kecamatan Galela dan Desa Mamunya, guna mengantisipasi adanya warga atau pendaki lain yang membutuhkan pertolongan medis segera.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut