Tina Talisa Moderator Debat Perdana Kandidat Pilgub NTT 2018
JAKARTA, iNews.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menggelar debat perdana calon gubernur-wakil gubernur NTT pada 5 April 2018. Debat dijadwalkan berlangsung di Jakarta dan disiarkan langsung stasiun televisi iNews.
“Tema debat pertama adalah pembangunan ekonomi dan infrastruktur. Pertanyaan disusun tiga panelis, yakni Prof Ir Fredrik Lukas Benu, MSi PhD, seorang akademisi, kemudian Dr Fritz Oscar Fangidae MSi, juga seorang akademisi dan Ir Theodorus Widodo, seorang profesional,” ujar Maryanti dalam keterangan resmi di laman KPU NTT, dikutip Sabtu (31/3/2018).
Dia menjelaskan, debat perdana ini akan dipandu moderator Tina Talisa, presenter berita berpengalaman. Tina juga pernah memandu debat Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Secara keseluruhan debat akan berlangsung tiga kali, yakni 5 April, 8 Mei, dan 23 Juni 2018, yang kesemuanya disiarkan langsung iNews.
Maryanti berharap media dapat membantu menginformasikan kepada masyarakat terkait jadwal dan tempat pelaksanaan debat agar debat disaksikan oleh masyarakat NTT. Debat ini juga sebagai upaya agar publik mengetahui visi dan misi para kandidat.
Juru Bicara KPU NTT Yosafat Koli menjelaskan, debat akan mengundang empat pasangan calon gubernur yakni Esthon L Foenay-Christian Rotok (Esthon-Chris), Marianus Sae-Emilia Nomleni (MS-Emi), Benny K Harman-Benny A Litelnoni (Harmoni) dan Viktor Bungtilu Laiskodat-Joseph Nae Soi (Victory-Joss).
Menurut Yosafat, penyelenggaraan debat sengaja berlangsung di Jakarta karena keterbatasan dana. Dengan anggaran hanya Rp1,6 miliar untuk tiga kali pelaksanaan, sulit untuk dilakukan di NTT jika disiarkan langsung oleh stasiun televisi.
”Bila dilaksanakan di Kupang, anggaran yang harus disediakan Rp3 miliar lebih untuk sekali debat. Artinya untuk tiga kali debat harus teralokasi anggaran Rp9 miliar lebih,”katanya.
Pelaksanaan debat sudah melalui proses tender terbuka. Dari para peserta tender, stasiun televisi iNews yang berhasil menang. Dia menjelaskan, untuk pelaksanaan debat itu, KPU membatasi jumlah pendukung pasangan calon karena menyesuaikan kapasitas studio untuk debat ini.
Sesuai kesepakatan dengan para pasangan calon, jumlah pendukung yang boleh ikut menonton secara langsung saat debat di studio iNews hanya 100 orang. ”Terhadap yang tidak bisa hadir langsung di studio iNews tak perlu khawatir karena bisa menyaksikan langsung melalui layar kaca atau live streaming,”kata dia.
Editor: Zen Teguh