Titik Panas Masih Terdeteksi di Indonesia, Malaysia hingga Papua Nugini

Irfan Ma'ruf ยท Minggu, 11 Agustus 2019 - 05:00:00 WIB
Titik Panas Masih Terdeteksi di Indonesia, Malaysia hingga Papua Nugini
Petugas Manggala Agni bersama anggota TNI memadamkan kebakaran lahan di Desa Muara Baru, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Sabtu (10/8/2019). (Foto: Antara/Ahmad Rizki Prabu).

Prabowo menerangkan, saat ini sebagian besar wilayah Indonesia dan beberapa wilayah di ASEAN sedang mengalami musim kemarau (monsun Australia) di mana pola angin secara umum berasal dari arah Tenggara yang bersifat kering.

Selain itu, kondisi musim saat ini juga dipengaruhi oleh kondisi anomali suhu permukaan laut yang negatif di khususnya di perairan Indonesia selatan ekuator, El Nino dengan intensitas lemah yg berlangsung dari akhir 2018 yang saat ini bertendensi menuju kondisi netral, serta Indian Ocean Dipole Mode positif.

Kondisi-kondisi atmosfer dan laut yang demikian berdampak pada musim kemarau tahun ini terasa lebih kering dari kemarau 2018 dan kondisi lahan khususnya gambut potensial menjadi mudah terbakar.

"Kondisi kering yang diikuti dengan munculnya hotspot dapat berkembang potensial menjadi kebakaran hutan dan lahan yang pada akhirnya dapat memunculkan asap dan menurunkan kualitas udara. Untuk itu diperlukan kewaspadaan dan langkah pencegahan serta antisipasi untuk meminimalisir dampak," kata dia.

BMKG terus berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), BNPB, Pemerintah Daerah (BPBD), serta instansi terkait. Kepada masyarakat luas dihimbau untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap munculnya kekeringan lahan, potensi kebakaran lahan dan hutan, potensi munculnya polusi udara dan asap, dan potensi kekurangan air bersih.


Editor : Zen Teguh