Tito Karnavian Minta Pjs Kepala Daerah Kawal Pilkada dan Perbanyak Tes Covid-19

Dita Angga, Sindonews ยท Jumat, 25 September 2020 - 19:43 WIB
Tito Karnavian Minta Pjs Kepala Daerah Kawal Pilkada dan Perbanyak Tes Covid-19

Mendagri Tito Karnavian saat membuka rapat koordinasi secara virtual dengan kepala daerah seluruh Indonesia, Senin (10/8/2020). (Foto: Kemendagri)

JAKARTA, iNews.id - Sejumlah pemda telah menugaskan pejabat sementara (Pjs) kepala daerah untuk menggantikan calon petahana yang cuti menghadapi kampanye Pilkada 2020. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan sejumlah instruksi kepada Pjs kepala daerah.

Yang pertama Tito meminta Pjs kepala daerah mengawal agar Pilkada 2020 berjalan aman, tertib, dan lancar. Pjs kepala daerah diminta menjamin proses demokrasi di Pilkada 2020 agar muncul kepala daerah yang berkompeten.

"Kawal Pilkada bukan sekadar aman, lancar, dan tertib tapi bisa menemukan kepala daerah yang lebih baik," kata Tito saat menyerahkan surat keputusan pengangkatan Pjs gubernur di Jakarta, Jumat (25/9/2020).

Dia juga meminta agar Pjs memastikan Pilkada tidak menjadi klaster penularan covid-19. Tito menegaskan protokol kesehatan ketat seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan harus dilaksanakan di setiap tahapan Pilkada 2020.

Terkait kampanye, Tito menilai idealnya hal itu dilakukan menggunakan media daring. Menurutnya lebih baik menghindari terjadinya kerumunan yang meningkatkan potensi penularan covid-19.

Selain mengawal pilkada, Tito juga meminta agar para Pjs langsung berkoordinasi dengan forkopimda terkait penanganan covid-19 di daerah. Dia minta agar testing covid-19 digenjot di daerah.

“Koordinasi dengan forkopimda masing-masing agar penanganan covid-19 lebih baik supaya daerahnya menjadi lebih aman, lebih bisa terkendali. Termasuk dengan memperkuat testing agresif, tracing, dan karantina bagi yang positif. Serta memperkuat kapasitas kesehatan dan treatment untuk bagi yang sakit,” ucapnya.

Tito mengingatkan Pjs juga mewaspadai adanya gangguan konvensional. Terutama titik-titik potensi konflik yang bisa muncul saat pelaksanaan Pilkada.

Editor : Rizal Bomantama