Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mitchell Baker Resmi WNI, Erick Thohir Ungkap Rencana Besar Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Advertisement . Scroll to see content

TKN ke Kubu Prabowo-Sandi: Daripada Demo Lebih Baik Introspeksi Diri

Kamis, 09 Mei 2019 - 16:14:00 WIB
TKN ke Kubu Prabowo-Sandi: Daripada Demo Lebih Baik Introspeksi Diri
Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin, Erick Thohir. (Foto: iNews.id/Felldy Utama)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) mengimbau seluruh elite politik dan para simpatisannya memanfaatkan bulan Ramadan untuk instrospeksi diri. TKN mempertanyakan sikap segelintir elite politik yang kerap mendeligitimasi Pemilu 2019.

Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir memastikan pasangan calon (paslon) nomor urut 01 tidak melakukan kecurangan pada Pemilu 2019 yang digelar bersamaan pemilu presiden dan legislatif itu,

"Setelah pemilu masuk Ramadan. Hari ini mari kita instrospeksi diri. DNA kami tidak mungkin memulai sesuatu yang besar dengan kecurangan. Sekarang Allah telah bukakan satu persatu soal siapa yang curang. Tapi kami memilih untuk tidak saling menyalahkan," tuturnya di War Room TKN, di Gedung HighEnd, Jakarta, Rabu (8/5/2019).

TKN mempertanyakan segelintir elite politik kubu 02 yang terus menerus memperkeruh suasana dengan segala upaya sistematis untuk mendiskreditkan pelaksanaan pemilu, khususnya pilpres. Pola psywar yang digunakan berawal dari tudingan permasalahan form C1 sampai ke masalah penghitungan suara KPU.

Setelah terekspose ke publik bahwa mereka tidak punya C1 dan klaim kemenangan berdasarkan data yang sumir, mereka beralih ke masalah kecurangan pemilu. Tujuannya jelas untuk membangun ketidakpercayaan publik terhadap hasil pemilu.

"Mereka setiap ditanya data bilangnya rahasia. Terbalik dengan TKN yang sangat transparan. Terus ada isu aksi lagi tanggal 9 Mei. Ini pola-pola yang tidak baik dan hanya bikin masyarakat cemas saja," ujar Jubir TKN Arya Sinulingga.

TKN berpandangan, upaya delegitimasi pemilu oleh pihak 02 telah berada di luar jalur demokrasi. "Mereka mempolitisasi meninggalnya petugas KPPS. Dengan memunculkan sosok dokter yang katanya profesional tapi ternyata simpatisan 02. Kembalilah ke jalan demokrasi yang benar," ujar Arya Sinulingga.

Doktrin Salah Presiden

Sementara itu, Direktur Hukum dan Advokasi TKN Irfan Pulungan telah menerima sekitar lima video yang berisi doktrinasi kepada anak-anak sekolah yang menyebutkan Prabowo Subianto sebagai presiden. Bahkan, ada satu video yang memperlihatkan seorang anak berseragam sekolah menurunkan foto Presiden Joko Widodo diiringi lagu Indonesia Raya.

Kumpulan video tersebut merupakan bukti nyata provokasi dan doktrin politik yang sesat. TKN telah melaporkan permasalahan ini ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

"Persoalan seperti ini harus dihentikan dan ditindaklanjuti. Jokowi masih Presiden yang sah berdasarkan konstitusi. Anak-anak belum memahami politik. Jangan menyesatkan mereka," ujar Irfan Pulungan.

TKN Jokowi meyampaikan hasil real count War Room Pilpres 2019 di Kantor TKN, Gedung High End, Jakarta, Rabu (8/5/2019). (Foto: iNews.id/Aditya Pratama).

Direktorat Hukum dan Advokasi TKN sudah menyusun sejumlah bukti kecurangan yang menguntungkan 02 dan telah diserahkan kepada Bawaslu. Bahkan, TKN juga telah mempersiapkan diri jika sengketa pemilu berlangsung sampai ke jenjang Mahkamah Konstitusi.

Wakil Direktur Saksi TKN Lukman Edy menambahkan, TKN telah mengumpulkan lebih dari 760 ribu hard copy salinan C1 yang dikirim para saksi 01 pemegang mandat. Salinan C1 menjadi bekal menghadapi sengketa hukum.

"Seperti klaim 75 ribu kesalahan entry data KPU. Setelah ditelusuri ternyata 80 persen di antaranya hanya masalah KPU belum upload C1 di situng. Kami bisa klaim seperti ini karena punya data," ujarnya.

Sementara Bendahara Umum TKN Sakti Wahyu Trenggono menjamin, infrastruktur IT TKN bisa menunjang seluruh proses kerja dan analisis melawan tudingan-tudingan sumir yang dilancarkan pihak 02. "Sistem IT kami bisa tampung dan olah data C1 dari seluruh TPS. Saya jamin tidak akan down. Output-nya menjadi bekal TKN untuk menyikapi situasi yang berkembang," katanya.

Editor: Djibril Muhammad

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut