TKN Nilai PKH Program Andalan Jokowi Kurangi Kemiskinan

Felldy Utama, Antara ยท Kamis, 07 Maret 2019 - 11:49 WIB
TKN Nilai PKH Program Andalan Jokowi Kurangi Kemiskinan

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, TB Ace Hasan Syadzily. (Foto: iNews.id/ Felldy Utama).

JAKARTA, iNews.id  - Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program pemberian bantuan sosial bersyarat yang diperuntukkan bagi keluarga penerima manfaat. Pada 2014, jumlah penerima program ini sebanyak 2,79 juta keluarga.

Tahun 2015 naik menjadi 3,5 juta, 2016 menjadi 6 juta keluarga, 2017 menjadi 6,2 juta keluarga dan 2018 jumlah meningkat cukup drastis menjadi 10 juta. Tahun ini jumlah penerima manfaat tidak berubah.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, TB Ace Hasan Syadzily mengatakan, PKH menjadi salah satu program andalan Presiden Jokowi di lima tahun terakhir kepemimpinannya. Berkat program proteksi sosial ini, angka kemiskinan turun hingga 9,6 persen.

"Ini data BPS, tidak bisa diintervensi oleh pemerintah. Data BPS juga digunakan oleh pemerintahan manapun. Kalau meragukan data BPS ya parameter apalagi yang mau kita gunakan,” ujar Ace, Jakarta, Kamis (7/3/2019).

Dia menuturkan, PKH yang diluncurkan pada 2007 itu secara kualitas lebih baik di era Jokowi. Komponen dari program ini meliputi pemenuhan terhadap hak dasar, pendidikan, kesehatan, disabilitas dan lanjut usia, terus mengalami perbaikan di pemerintah Jokowi.

“Tanpa keputusan yang diambil Pak Jokowi, tidak mungkin kualitas dan anggaran untuk rakyat itu akan menjadi kebijakan yang tepat. Di era Pak Jokowi, reformasi sistem perlindungan sosial melalui program bantuan sosial yang lebih besar untuk rakyat miskin lebih besar," ucapnya.

Pengamat politik dari The Habibie Center, Bawono Kumoro menilai Jokowi serius melaksanakan program proteksi sosial tersebut. Dia mengakui kebijakan ini menuai kritik karena dinilai memiliki dimensi politik.

“Pada posisi Jokowi sebagai petahana, jelas PKH membuat insentif electoral, tapi itu suatu hal lumrah diperoleh dari penerbitan sebuah kebijakan populis,” ucapnya.

Sebelumnya, Jokowi mengingatkan sejumlah penerima bantuan sosial PKH untuk memanfaatkannya bagi keperluan tumbuh kembang anak.  Dia mengungkapkan, pemerintah telah meningkatkan alokasi anggaran bagi penyaluran PKH dengan tujuan untuk membantu keluarga prasejahtera agar lebih mandiri, sekaligus meningkatkan kondisi gizi dan kesehatan anak-anak.

"Yang namanya anggaran PKH ini digunakan betul-betul untuk kepentingan keluarga kita, tambahan gizi, dan pendidikan anak-anak kita," ucap Jokowi dalam sambutannya di acara Sosialisasi PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Gelanggang Olahraga Bulungan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu. Rabu (6/3/2019).

Editor : Kurnia Illahi