Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Aksi Sigap Prajurit TNI AL Gagalkan Penyelundupan Timah Rp12,5 M di Bangka
Advertisement . Scroll to see content

TNI Akan Terbangkan Drone 24 Jam Pantau Karhutla

Minggu, 15 September 2019 - 19:33:00 WIB
TNI Akan Terbangkan Drone 24 Jam Pantau Karhutla
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meninjau karhutla di Riau, Minggu (15/9/2019). (Foto: BNPB)
Advertisement . Scroll to see content

“Kami akan kirim eskavator untuk memperlebar parit. Kemudian juga pompa air beserta selangnya,” tutur Hadi.

Kapolri Jendetal Tito Karnavian mengaku heran setelah melihat sendiri karhutla yang ada di Provinsi Riau dari helikopter. Pasalnya, dari sekian ribu hektare luas lahan yang terbakar, tidak satu pun yang mencakup lahan perkebunan sawit dan tanaman industri lainnya. Tito menganggap pemandangan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa karhutla Riau murni karena ulah manusia dan pelakunya adalah oknum yang sama.

“Apa yang sudah kami lihat dari helikopter bersama panglima TNI dan Kepala BNPB, lahan yang sudah jadi perkebunan, baik sawit maupun tanaman industri lainnya, kok tidak ada yang terbakar. Misal pun ada, paling hanya sedikit dan di pinggir. Ini menunjukkan adanya praktik land clearing dengan mudah dan murah memanfaatkan musim kemarau,” ungkap Tito.

Fokus dalam upaya pemberantasan karhutla, Tito akan memberi reward and punishment bagi anggotanya. Tito pun meminta agar pasukan satgas karhutla dapat lebih kompak dan menjaga solidaritas sehingga permasalahan ini bisa diselesaikan dengan baik. “Polda beserta jajarannya akan kami berikan reward and punishment,” kata Tito.

Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo kembali menekankan upaya pencegahan untuk kedepannya melalui pendekatan kesejahteraan masyarakat dengan pertanian produktif. Selain itu, perilaku masyarakat menurut dia juga harus diubah sejak dini.

Doni mencontohkan, ada beberapa jenis tanaman produktif yang bisa menjadi alternatif untuk menumbuhkan perekonomian warga seperti kopi liberica, lidah buaya, cabai dan sebagainya. “Ini masalah cara pikir manusia. Harus diubah. Mulailah dengan menanam tanaman produktif seperti cabai, kopi liberica, lidah buaya atau bisa juga pisang,” kata Doni.

Hingga pagi tadi, terdeteksi ada 27 titik api kategori tinggi di Provinsi Riau. Secara umum, Kota Pekanbaru masih diselimuti asap tipis hingga tebal dengan jarak pandang mencapai 1 km ada pukul 07.00 WIB dan pada pukul 10.00 WIB. Jarak pandang berkisar antara 1 hingga 2,2 km dan suhu berkisar hingga 37 derajat Celcius. Sementara, kualitas udara menurut pengukuran PM10 pada pukul 07.00 s/d 10.00 WIB berada pada kisaran 182 sd 201 ugram/m3 atau dalam level tidak sehat.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut