TNI Siapkan Pasukan Hadapi Gejolak Sosial karena Pandemi Covid-19

Antara ยท Selasa, 28 April 2020 - 20:38 WIB
TNI Siapkan Pasukan Hadapi Gejolak Sosial karena Pandemi Covid-19

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Sisriadi. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Pandemi virus corona (Covid-19) yang telah menyebar di 34 provinsi tidak sedikit membuat gejolak sosial di masyarakat. Gejolak tersebut berupa gesekan antarwarga.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Sisriadi mengatakan, TNI menyiapkan pasukan dalam menghadapi kemungkinan gejolak sosial yang bisa mengarah ke tindakan anarkis karena dampak dari pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

"TNI selalu berpikiran yang terburuk yang harus disiapkan terutama dalam kondisi krisis seperti sekarang ini," katanya dalam Webinar bertema "Mewujudkan Sinergi Berbagai Komponen Bangsa dalam Menghadapi Wabah COVID-19" yang digelar atas kerja sama Jakarta Defence Studies (JDS) dengan Universitas Pertahanan (Unhan), di Jakarta, Selasa (28/4/2020).

Kurva perkembangan Covid-19 di Indonesia, Sisriadi mengungkapkan, memang ada sedikit laju penurunan penambahan jumlah kasus. Namun, menurut dia, TNI belum yakin akan terjadi penurunan karena saat ini masih dalam jangka pendek.

"Kita masih harus siapkan kondisi terburuk yang bisa terjadi," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Kekuatan Pertahanan (Kuathan) Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Sisriadi mengungkapkan, persiapan yang dilakukan TNI dengan menyiapkan 109 rumah sakit TNI di tiga matra, baik darat, laut maupun udara. "Sekarang dimulai peningkatan kapasitas kesehatan itu. Dan TNI telah mengajukan peningkatan anggaran di TNI dan Kemhan dengan meminta persetujuan dari anggota DPR," katanya.

Kondisi terburuk di bidang keamanan masalah pandemi Covid-19, menurut Sisriadi, tak melulu masalah kesehatan, tetapi ada masalah ekonomi. "Ketika masalah ekonomi yang menyentuh masyarakat pada akar rumput, ini berkaitan erat dengan masalah perut. Ketika masalah perut, maka bisa menjadi penyulut masalah keamanan yang lebih besar," ujarnya.

Untuk antisipasi ini, TNI sudah membuat rencana kontijensi, kemungkinan terburuk di bidang keamanan masyarakat. "Kita juga menyiapkan pasukan untuk menghadapi gejolak sosial yang mungkin bisa berdampak ke arah anarkis sehingga dampak keamanan bisa diperkecil ketika lebih siap lebih awal," ucap Sisriadi.

Editor : Djibril Muhammad