TNI Ungkap Masih Ada Warga Disandera KKB di Papua, Operasi Pengejaran Diperketat
"Beberapa kali kejadian selalu mereka bilang mata-mata TNI, intelijen TNI, padahal jelas-jelas adalah warga masyarakat yang mencari makan atau malah membantu perekonomian kehidupan masyarakat di Papua sendiri. Jadi selalu klaimnya itu. Jadi kalau kita lihat sifatnya hanya teror dan intimidasi aja," tuturnya.
Nas mengatakan, prajurit TNI yang bertugas di Papua masih menjalankan pola operasi yang sama. Namun, kegiatan pengejaran terhadap kelompok bersenjata kini lebih ditingkatkan.
"Masih menjalankan pola operasi yang sama, namun dipergencar aja kegiatannya, operasinya, pengejarannya. Belum ada perubahan operasinya," ucapnya
Kasus penyanderaan warga sipil di Jila sebelumnya terjadi dalam rangkaian serangan kelompok bersenjata di wilayah tersebut. Polres Mimika pada Agustus 2026 membenarkan adanya sembilan perempuan yang dilaporkan disandera.
Dari sembilan perempuan tersebut, terdapat sejumlah anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar, serta perempuan dan remaja lainnya. Aparat TNI-Polri kemudian melakukan upaya pencarian dan penyelamatan terhadap warga yang masih berada dalam penguasaan kelompok bersenjata.
Pada 14 September 2026, satu dari sembilan perempuan tersebut berhasil dievakuasi menggunakan helikopter dari Kampung Bela 1 ke Timika. Korban kemudian mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara Timika.
Sementara itu, aparat masih melakukan upaya pencarian terhadap warga lainnya serta pengejaran terhadap kelompok yang diduga membawa mereka.
Editor: Aditya Pratama