Tol Kataraja Penghubung Bandara Soetta-PIK 2 Nyaris Rampung, Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026
Salah satu bagian penting dalam proyek ini adalah Jembatan JC Sedyatmo. Jembatan tersebut memiliki bentang lebih dari 100 meter dengan radius terkecil sekitar 88 meter.
Untuk menjaga keandalan struktur, PTPP menerapkan Sistem Monitoring Kesehatan Struktur dengan memasang lebih dari 100 sensor. Sistem ini digunakan untuk memantau kondisi jembatan sejak tahap konstruksi hingga masa operasional.
Joko mengatakan Junction Sedyatmo menjadi salah satu tantangan dalam pengerjaan proyek karena berada di atas Jalan Tol Sedyatmo yang merupakan akses utama menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Terbaru, Jembatan Ramp 1 JC Sedyatmo menjalani uji pembebanan pada 27-29 Agustus 2026 bersama Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Khusus (BKJTK).Pengujian dilakukan secara dinamis dan statis menggunakan berbagai skema pembebanan sesuai Pedoman Penyelenggaraan Keamanan Jembatan Khusus Nomor 13/P/BM/2025.
“Selesainya uji pembebanan Jembatan Ramp 1 JC Sedyatmo menunjukkan komitmen PTPP dalam menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Kataraja Seksi 1 sesuai target dengan tetap mengedepankan kualitas, keselamatan, dan keandalan konstruksi,” ujar Joko dalam keterangan resminya, Selasa (8/9/2026).
Dia menambahkan, PTPP optimistis proyek tersebut dapat meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas logistik serta pengembangan kawasan di Tangerang dan sekitarnya.
Dengan progres 94,8 persen, pembangunan Jalan Tol Kataraja Seksi 1 kini memasuki tahap akhir. Masa pelaksanaan proyek ditargetkan berakhir pada 14 Oktober 2026.
Editor: Puti Aini Yasmin