TPM Ganjar-Mahfud: Presiden Sepertinya Sudah Kehilangan Arah Lihat Demokrasi
JAKARTA, iNews.id - Wakil Deputi II Bidang Y & Z Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud/Wakil Ketua Tim Pemenangan Muda (TPM), Achyar Al Rasyid mengatakan Indonesia sedang memasuki darurat demokrasi. Hal ini merespons Ketua KPU Hasyim Asy’ari yang telah dinyatakan melanggar aturan terkait proses pendaftaran Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden.
“Saat ini, Indonesia dihadapkan pada tantangan serius terkait kondisi demokrasi. Di mana yang kita tahu roh dari sebuah hukum adalah etika namun hari ini para pemerintah kita yang sedang berkuasa mempertontonkan hal-hal pelanggaran etika di mana-mana dalam proses demokrasi yang sedang berjalan ini,” ujar Koordinator Perhimpunan Pelajar Indonesia 2022-2023 ini.
Achyar mengatakan, kompas demokrasi seperti sudah rusak sehingga tidak bisa menunjukan arah yang benar.
“Presiden Jokowi hari ini melihat demokrasi kita seperti menggunakan sebuah kompas yang rusak, sehingga kehilangan arah tujuan yang akhirnya menabrak sana sini dan menghalalkan segara cara agar sampai tujuan,” kata Achyar yang juga merupakan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama, Cirebon.
Dia mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini sepertinya sudah kebablasan dalam menyikapi fenomena demokrasi kita sekarang.
“Ketidakmampuan untuk membedakan antara urusan pribadi dan kepentingan publik dapat menyebabkan risiko potensial terjadinya kebablasan penyalahgunaan kekuasaan dan politisasi di tingkat negara, Presiden sepertinya sudah kehilangan arah dalam melihat demokrasi yang sedang terjadi,” kata Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Bidang Hubungan Internasional 2018-2020.
Achyar juga meminta kepada masyarakat untuk segera menyalakan alarm tanda bahaya dalam pemilu 2024 jangan sampai kita salah dalam memilih pemimpin kita.
“Saya meminta kepada setiap masyarakat harus benar-benar dalam memilih pemimpin Indonesia ke depan, pilihkan pemimpin yang punya track record yang baik, karena pilihan kita nanti akan sangat berdampak terhadap masa depan kehidupan kita dan Indonesia,” ucapnya.
Editor: Reza Fajri