Trade Expo Indonesia ke-41 Lampaui Target Transaksi, Kepala Bappisus: Sangat Membanggakan, Tingkatkan Lagi!
Namun, kata Aries, Indonesia juga negara yang memproduksi segala macam produk termasuk produk UMKM sehingga ekspor Indonesia juga sangat potensial.
"Jadi sampai saat ini ekspor Indonesia juga meningkat terus, ya sehingga negara-negara yang akan bekerja sama dengan Indonesia. Ya ke depan ini potensial ya untuk sama-sama bisa mengembangkan dalam industri perdagangannya," ujar Aries.
Diketahui, negara dengan nilai potensi transaksi terbesar pada TEI 2026 adalah India, Belanda, Bangladesh, Uni Emirat Arab, dan Jepang. Kategori produk dengan potensi transaksi terbesar meliputi makanan dan minuman, perhiasan, produk kayu, produk pertanian, serta kertas.
Dari sisi partisipasi, TEI ke-41 diikuti 1.873 ekshibitor, melampaui target 1.500 perusahaan sebesar 24,9 persen. Pameran ini juga mencatat 9.600 buyer terdaftar dari 151 negara. Berdasarkan jumlah buyer, lima mitra dagang dengan partisipasi terbesar adalah India, Malaysia, Tiongkok, Arab Saudi, dan Taiwan. Jumlah pengunjung pameran tercatat lebih dari 45.287 orang, meningkat 31,08 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu.
Untuk menjaga momentum setelah TEI ke-41, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menerapkan strategi terintegrasi melalui tiga tahapan. Pertama, penjajakan kerja sama bisnis (business matching) sebelum pameran dengan dukungan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri. Kedua, business matching selama pameran. Ketiga, pengawalan kesepakatan dagang setelah pameran agar peluang transaksi dapat ditindaklanjuti.
"Kami tidak berhenti pada penyelenggaraan pameran. Kementerian Perdagangan bersama perwakilan perdagangan di luar negeri akan terus memantau dan mengawal kesepakatan yang terjalin selama TEI. Harapannya, kesepakatan tersebut dapat berkembang menjadi kontrak dagang dan memberikan kontribusi nyata terhadap kinerja ekspor nasional," ujar Menteri Perdagangan Budi Santoso.
Editor: Reza Fajri