Tren Okupansi Hotel di KBB Turun, Karyawan Terancam PHK
"Melihat angka kunjungan itu masih kurang bagus, tapi alhamdulillah," ucap owner dari objek wisata Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC) Lembang ini.
Menurut dia, jika biasanya pada momen libur panjang atau hari besar cuti bersama angka okupansi hotel penuh. Berbeda dengan tahun ini, ketika ada beberapa momen libur panjang tidak serta merta membuat okupansi hotel naik.
Dia mencontohkan, pada momen libur panjang pekan lalu yang bertepatan dengan libur Kenaikan Isa Almasih tidak ada okupansi hotel yang mencapai 100 persen. Yakni 28 Mei rata-ratanya hanya 24,3 persen, 29 Mei 77,8 persen, 30 Mei 84,5 persen dan 31 Mei okupansinya 67,2 persen.
"Ya tidak seperti dulu kalau libur panjang hotel pasti ramai, kalau sekarang berat. Jangankan 100%, okupansi sudah bisa 90 persen saja sudah bagus," ucapnya.
Anggota PHRI KBB Librantara mengakui minimnya tamu hotel salah satunya karena kunjungan wisatawan ke KBB sepanjang tahun ini juga turun.
Adanya efesiensi anggaran, larangan study tour hingga penurunan daya beli masyarakat dinilai berperan signifikan terhadap kunjungan wisatawan.
"Sejak awal tahun penurunan kunjungan wisatawan ke KBB cukup terasa, makanya okupansi hotel menyisakan sekitar 30 persen. Bagi pengusaha ini berat dan bisa terjadi PHK, meski saya berharap tidak terjadi," katanya.
Editor: Kurnia Illahi