Umrah Dibuka, Sertifikat Vaksin Covid-19 Indonesia Diharapkan Bisa Terbaca di Arab Saudi

Muhammad Refi Sandi ยท Kamis, 21 Oktober 2021 - 12:36:00 WIB
Umrah Dibuka, Sertifikat Vaksin Covid-19 Indonesia Diharapkan Bisa Terbaca di Arab Saudi
Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar jemaah bisa segera umrah (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Indonesia segera bertemu pemerintah Arab Saudi membahas umrah. Salah satu yang disoroti sertifikat vaksin Covid-19.

Konsul Jenderal (Konjen) Republik Indonesia di Jeddah Eko Hartono mengatakan vaksin jenis Sinovac dan Sinopharm diakui. Namun, tidak digunakan oleh Arab Saudi.

"Jadi Saudi sekarang menggunakan empat vaksin yaitu Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Jhonson&Jhonson. Setelah WHO mengakui dua vaksin lagi yaitu Sinovac dan Sinopharm maka kemudia Arab Saudi juga mengakui keduanya sebagai vaksin yang diakui," ujar Eko dalam dialog 'Kabar Umroh Untuk Indonesia' melalui Youtube Kemenkominfo TV, Kamis (21/10/2021).

"Tapi, tidak dipakai oleh Saudi. Nah ini harus dibedakan oleh kita semua bahwa antara yang dipakai dengan yang diakui supaya gak bingung kita," katanya lagi.

Eko pun membeberkan hingga saat ini empat jenis vaksin yang digunakan dan enam yang diakui Arab Saudi. Kemudian, hingga saat ini belum ada aturan terkait booster sehingga jamaah asing belum bisa masuk.

"Jadi empat yang dipakai dan enam yang diakui. Karena Sinovac dan Sinopharm WHO mengakui jadi Saudi pun mengakui. Tapi, tidak dipakai. Nah sampai nanti ada kesepakatan sampai ada aturan mengenai booster mengenai vaksin ini maka jamaah asing belum bisa masuk," ujarnya.

Namun, Eko ketimbang pusing terkait jenis vaksin dirinya lebih mementingkan cara agar sertifikat vaksin dapat terbaca oleh petugas Arab Saudi. Sebab, tanpa dibaca tidak bisa memasuki kawasan Arab Saudi.

"Nah yang paling penting sekarang adalah bagaimana  petugas Arab Saudi itu bisa membaca sertifikat vaksin kita. Nah ini yang belom bisa kami sudah mencoba teman teman dilapangan sudah mencoba untuk memastikan bahwa barcode yang kita punya di PeduliLindungi itu bisa dibaca oleh petugas Saudi. Nah sampai sekarang tidak bisa. Tanpa dibaca itu tidak mungkin jamaah bisa masuk Masjidil Haram itu aja," tuturnya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq

Bagikan Artikel: