Ungkap Kasus Satu Keluarga Tewas Misterius, Kapolda Metro Berharap Segera Ada Laboratorium Kriminal
JAKARTA, iNews.id - Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran bertemu dengan sejumlah ahli kedokteran forensik untuk memecahkan teka-teki kasus tewasnya satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat. Dia berharap kasus tersebut sebagai cikal bakal laboratorium kriminal Polda Metro Jaya.
"Saya ingin kasus Kalideres ini menjadi labolatorium kriminal Polda Metro Jaya di mana teman-teman dari fakultas forensik UI menjadi satu di situ dengan tim," kata Fadil dalam video yang diunggah di laman Instagram pribadinya, Minggu (20/11/2022)
Dia berharap teka-teki kasus tewasnya satu keluarga di Kalideres dapat terjawab secara scientific. Semua penyebab dalam fakta kasus tersebut dapat terbuka secara jelas dan ilmiah.
"Dalam menangani kasus di Kalideres saya meminta agar teman-teman selalu mengedepankan scientific crime investigation, selalu melibatkan tim ahli dan bekerja sesuai dengan standar keilmuan yang ada. Semoga kasus ini segera mendapatkan titik terang mengenai sebab kematian berdasarkan data dan fakta yang ada," ujarnya.
Kematian Satu Keluarga di Kalideres Masih Misterius, Polisi Periksa 2 Anak Korban
Selanjutnya Fadil juga selalu mengingatkan anggotanya untuk tetap menjalankan tugas secara ilmiah dalam mengungkap kasus kriminal. Sebab semua kasus yang disebabkan oleh benda tajam dapat dijelaskan secara ilmiah.
"Kalau bicara perlukaan apakah luka benda tajam dan sebagainya itu nggak bisa imagining gitu harus didatangi langsung dan banyak hal lain lah yang berkaitan dengan kedokteran forensik yang sebenernya menjadi bantuan utama buat kita," katanya.
Sebelumnya, satu keluarga itu ditemukan tewas pada Kamis (10/11/2022) malam. Kematian mereka terungkap dari warga yang mencium aroma tidak sedap dari dalam rumah korban.
Keempat orang yang ditemukan tewas itu bernama Rudyanto Gunawan (71) yang merupakan kepala rumah tangga, kemudian istrinya K. Margaretha Gunawan (68), anaknya Dian (42), serta adik ipar Rudiyanto, Budyanto Gunawan (68).
Editor: Muhammad Fida Ul Haq