UNICEF Puji Upaya Indonesia Bangun Generasi Masa Depan Lewat Program MBG
JAYAPURA, iNews.id - United Nations Children's Fund (UNICEF) memuji keseriusan Pemerintah Indonesia dalam membangun generasi masa depan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). UNICEF menyebut MBG sebagai upaya pemerintah yang ambisius dan berskala besar.
"UNICEF mengapresiasi Pemerintah Indonesia atas kepemimpinan dan komitmennya yang kuat untuk meningkatkan gizi ibu dan anak. Program Makan Bergizi Gratis yang dipimpin Badan Gizi Nasional merupakan contoh nyata upaya pemerintah yang ambisius dan berskala besar,” ujar Perwakilan UNICEF di Indonesia, Maniza Zaman di Jayapura, Rabu (4/2/2026).
Program nasional yang dipercayakan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) ini, hingga Januari 2026 telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Program ini juga menjadi salah satu instrumen penting dalam pencegahan stunting serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Di Papua, MBG dinilai menjawab tantangan utama daerah, mulai dari tingginya prevalensi stunting, keterbatasan akses layanan gizi, hingga kesenjangan kualitas sumber daya manusia.
Prabowo: Istana Presiden Amerika Sedang Pelajari MBG Kita

Melalui pendekatan terpadu berbasis sekolah dan komunitas melalui Posyandu, MBG mendorong anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui mendapatkan akses rutin terhadap makanan bergizi, edukasi gizi, serta layanan pendukung kesehatan.
Apresiasi disampaikan Lembaga PBB untuk Dana bagi Anak-anak itu, dalam rangkaian kunjungan bersama delegasi Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, UNICEF Indonesia, dan Pemerintah Indonesia ke sejumlah lokasi layanan MBG di Kabupaten dan Kota Jayapura, termasuk sekolah, posyandu, dan dapur layanan gizi. Dukungan terhadap penguatan implementasi MBG juga datang dari Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok melalui kerja sama dengan UNICEF.
Menteri Penasihat Kedutaan Besar Republik Rakyat China untuk Indonesia, Li Hongwei mengatakan, China memahami tantangan yang dihadapi Indonesia karena pernah berada pada situasi serupa.
"China pernah berada dalam kondisi miskin dan lemah, di mana permasalahan gizi anak menjadi tantangan besar. Melalui kerja keras selama puluhan tahun, kami berhasil melakukan perbaikan besar dalam kesejahteraan dan gizi anak-anak,” kata Li.