Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemendagri Evaluasi Kinerja Ditjen Polpum, Fokus Kejar Target Program dan Anggaran
Advertisement . Scroll to see content

Unsur SARA Berpotensi Ricuhkan Pilkada 2018

Senin, 08 Januari 2018 - 18:12:00 WIB
Unsur SARA Berpotensi Ricuhkan Pilkada 2018
Diskusi ekonomi dan politik 2018 dan peluncuran portal berita inews.id. (Foto: iNews.id/Dani Dahwilani)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah memetakan sejumlah daerah di Tanah Air yang berpotensi konflik pada penyelenggaraan Pemilihan kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018. Meski begitu, Kemendagri berharap Pilkada 2018 bisa berlangsung dengan baik.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, institusi yang dipimpinnya terus memonitor seluruh wilayah di Indonesia termasuk yang memiliki tingkat kerawanan gesekan politik. Dia menerangkan, gesekan politik harus bisa diantisipasi dini. Terlebih pada 2018 akan berlangsung pemilihan di 171 daerah di Indonesia.

Dia mengatakan, untuk keamanan Kemendagri mempercayakan sepenuhnya kepada kepolisian yang didukung TNI dan Badan Intelijen Negara (BIN). Menurutnya, isu Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA) berpotensi menjadi penyebab kericuhan. Namun, Tjahjo meyakini aparat keamanan dapat mengatasi masalah tersebut

"Sosialisasi ini secara terus menerus harus kita sampaikan. Tingkat kerawanan itu bukan disalahkan rakyatnya, tapi elitnya atau pasangan calonnya. Maksudnya kalau kalah ya kalah, jangan malu kalah terus menggerakan pendukungnya," kata Tjahjo.

Setelah melakukan sejumlah kajian Tjahjo menilai, perselisihan yang terjadi di agenda politik berbeda di masing-masing daerah. Bahkan, kata dia, ada wilayah yang sangat berpotensi ricuh saat pilkada justru berlangsung damai.

"Kalau kita ikuti pemberitaan 2015, semua menyebut Aceh pasti ribut. Nyatanya enggak, aman-aman saja. Kalau Papua itu kan masalah geografis dan masalah sosialisasi, Maluku Utara demikian. Sedangkan kalimantan biasanya terkait etnis dan suku. Area rawan itu di Papua karena letak geografis," ucapnya.

Editor: Achmad Syukron Fadillah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut