Upacara HUT ke-81 RI, Ketua KPK Ajak Pegawai Galang Donasi untuk Korban Gempa NTT
"Selanjutnya saya menginstruksikan juga kepada Bapak Sekjen, kita usahakan bisa membantu semaksimal mungkin, semampu kita. Mungkin dengan bantuan pengumpulan donasi atau mungkin kita bantu dengan sesuatu yang berbentuk barang yang kemudian bisa kita kirimkan ke lokasi-lokasi yang terdampak terhadap gempa tersebut sebagaimana yang sudah pernah kita lakukan pada saat saudara-saudara kita di Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat terkena musibah bencana," ujarnya.
Diketahui, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT dan menimbulkan puluhan korban jiwa. Hingga hari kedua penanganan, Minggu (16/8/2026), BNPB mencatat 53 orang meninggal dunia dan 135 orang mengalami luka-luka.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan korban meninggal dunia tersebar di enam kabupaten. Jumlah terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai dengan 25 orang, disusul Manggarai Timur sebanyak 20 orang.
"Untuk pemutakhiran korban persore hari ini, total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia dengan rincian Kabupaten Manggarai Barat 1 jiwa, Manggarai Timur 20 jiwa, Kabupaten Manggarai 25 jiwa, Nagekeo 1 jiwa, Sikka 4 jiwa, dan Ende 2 jiwa," ujar Abdul Muhari secara daring, Minggu (16/8/2026).
Selain korban meninggal dunia, sebanyak 135 orang mengalami luka dan menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan terdekat.
Rinciannya, 12 orang terluka di Sikka, 17 orang mengalami luka berat dan 20 orang luka ringan di Manggarai, 21 orang luka berat dan 59 orang luka ringan di Manggarai Timur, serta enam orang mengalami luka berat di Manggarai Barat.
Sementara itu, kerusakan bangunan juga masih terus didata pemerintah. Hingga hari kedua, BNPB menerima laporan sebanyak 154 rumah rusak berat, 49 rumah rusak sedang, dan 38 rumah rusak ringan.
Editor: Rizky Agustian