Usul Kampanye Pemilu 2024 Cukup 4 Bulan, Mendagri: Belajar dari 2019
JAKARTA, iNews.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berpendapat masa kampanyePemilu2024 cukup digelar selama empat bulan. Menurutnya usulan itu disampaikan berdasarkan pengalaman pada Pemilu 2019.
Tito memandang pelaksanaan kampanye selama tujuh bulan seperti Pemilu 2019 sangat rentan menimbulkan polarisasi di tengah masyarakat.
"Kita belajar dari 2019, pengalaman saya sebagai Kapolri jujur saja kasihan melihat bangsa terpolarisasinya sedemikian lama tujuh bulan. Saya ingin masa kampanya lebih pendek sehingga polarisasi, alasan demokrasi tak masalah, tapi faktanya juga polarisasi mengakibatkan terjadinya perpecahan, bahkan konflik dan kekerasan yang kita alami," kata Tito dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (16/9/2021).
Sementara itu, soal pertimbangan distribusi logistik yang menjadi alasan KPU mengusulkan masa kampanye tujuh bulan, mantan Kapolri nin berpendapat hal itu bisa diatur melalui regulasi lain.
"Untuk menangani masalah logistiknya perlu dibuat regulasi khusus pengadaan barang dan jasa dengan pendampingan LKPP supaya proses logistiknya cepat," ujar dia.