Usung Model Living Harmony Indonesia di Italia, Menag Desak Dialog Agama Jadi Aksi Nyata
Gagasan diplomasi praktis yang disampaikan Menag mendapat sambutan dan penguatan dari para pemimpin agama dunia yang hadir. Kardinal Matteo Zuppi selaku Ketua Konferensi Waligereja Italia mendukung pandangan mengenai urgensi menghilangkan pola pikir yang kaku, agresif, atau penuh konflik. Kardinal Matteo Zuppi juga sepakat bahwa institusi keagamaan harus aktif melucuti permusuhan melalui suara lintas batas demi martabat manusia.
Dukungan serupa disampaikan Rabi Kepala Haïm Korsia selaku Rabi Agung Prancis yang menekankan pentingnya bergerak melampaui seremonial. Rabi Kepala Haïm Korsia menegaskan bahwa kerja sama tokoh agama dalam proyek kemanusiaan lokal menciptakan fondasi perdamaian yang jauh lebih kokoh ketimbang sekadar perjanjian politik.
Delegasi Kristen Ortodoks Timur dan Ekumenis juga turut menyambut model pluralisme Indonesia. Dia menunjuk Deklarasi Istiqlal 2024 yang ditandatangani Menag bersama Paus Fransiskus di Jakarta sebagai cetak biru bahwa perbedaan teologis yang besar tidak harus berujung pada konflik.
Sidang pembukaan ini ditutup dengan komitmen bersama seluruh panelis untuk melanjutkan "Semangat Assisi 1986" dari forum dialog menjadi instrumen praktis diplomasi internasional yang berfokus pada aksi kemanusiaan, pelestarian lingkungan, dan perdamaian dunia secara berkelanjutan.
Editor: Kastolani Marzuki