Utamakan Kesehatan Anak, Pemko Pekanbaru Terapkan PJJ 2 Hari sambil Pantau Kualitas Udara
“Jadi keputusan ini bukan berdasarkan perkiraan kita sendiri. Kita melihat data BMKG, kemudian DLH juga terus melakukan pemantauan melalui ISPU secara berkala. Setelah itu kita dengarkan pertimbangan Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru. Dari situlah keputusan ini kita ambil,” ucap Agung.
Dalam rapat tersebut, dokter spesialis paru dr Indra Yovi bersama Dinas Kesehatan juga memberikan pertimbangan mengenai dampak kualitas udara terhadap kesehatan. Berdasarkan laporan pelayanan kesehatan, terdapat peningkatan kasus ISPA, termasuk pada anak-anak.
Hal tersebut menjadi perhatian karena anak-anak, lanjut usia serta masyarakat dengan penyakit penyerta merupakan kelompok yang lebih rentan terhadap paparan udara yang tidak sehat.
“Atas pertimbangan kesehatan itu, untuk satu sampai dua hari ini kita kurangi dulu paparan terhadap anak-anak. Mereka bukan diliburkan. Anak-anak tetap mendapatkan layanan pendidikan, hanya sementara dilakukan melalui sistem daring dari rumah,” tegas Agung.
Pekanbaru Nihil Titik Api
Agung juga menegaskan bahwa berdasarkan pemantauan saat ini, tidak terdapat titik api di wilayah Kota Pekanbaru.