Utusan Jerman ke Petamburan, Munarman: Bukti Penembakan Laskar FPI Disorot Intelijen Internasional
JAKARTA, iNews.id - Kematian enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) dinilai menjadi skandal dalam dunia intelijen. Skandal tersebut ditandai dengan kedatangan anggota Bundesnachrichtendienst, badan intelijen Jerman ke DPP FPI di Petamburan, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.
Sekretaris Umum FPI Munarman mengatakan, dunia internasional mencium ada yang tidak beres dari sudut pandang dan kacamata intelijen dalam penembakan di Tol Jakarta-Cikampek KM 50.
"Hal itu artinya dalam kacamata dunia internasional, kasus pembantaian enam anggota FPI adalah skandal dalam dunia intelijen," ujar Munarman saat di Jakarta, Selasa (29/12/2020).
Aziz Yanuar: Habib Rizieq Tak Masalah Ditahan Asal Ada Keadilan untuk Enam Laskar FPI
Dia menuturkan, dunia internasional menilai penembakan terhadap anggota Laskar FPI bukan hanya menyangkut masalah politik, tapi menjadi tolok ukur standar HAM di Indonesia.
"Akan menjadi perbincangan di dunia intelijen internasional, sebab dalam perspektif dunia intelijen ada fatsoen, keberadaan aparat keamanan negara adalah untuk menangkal bahaya terhadap negara, bukan untuk membunuh warga negara sendiri," tuturnya.
Menurutnya, dunia internasional telah mengetahui fakta penembakan anggota Laskar FPI. Sehingga, kata dia orang yang diutus kedutaan Jerman ke DPP FPI merupakan orang yang memiliki kemampuan dalam investigasi.
"Ini membuktikan dunia internasional sudah tahu kejadian sesungguhnya, diturunkan bukan diplomat politik untuk mencampuri urusan dalam negeri Indonesia," katanya.
Penembakan terhadap Laskar FPI terjadi di Tol Jakarta-Cikampek KM 50, Senin (7/12/2020). Dalam peristiwa itu enam Laskar FPI yang mengawal Habib Rizieq Shihab menuju tempat pengajian subuh keluarga tewas diterjang peluru anggota Polda Metro Jaya.
Editor: Kurnia Illahi