Vaksin Merah Putih Masuk Uji Praklinis 

Felldy Utama · Sabtu, 05 Desember 2020 - 19:30:00 WIB
Vaksin Merah Putih Masuk Uji Praklinis 
Pemerintah menargetkan pada bulan ini Vaksin Merah Putih akan masuk tahap uji klinis pada hewan. (Foto: BNPB).

JAKARTA, iNews.id - Pengembangan vaksin Covid-19 produksi dalam negeri (Vaksin Merah Putih) terus berlanjut. Bulan ini ditargetkan Vaksin Merah Putih akan memasuki tahap uji klinis pada hewan. 

 Tahap ini untuk mengetahui keamanan dan imunogenitas desain vaksin merah putih yang dikembangkan beberapa lembaga, yakni Lembaga Biomolekular Eijkman, LIPI, Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Pengembangan vaksin merah putih ini merupakan bagian dari usaha pemerintah dalam memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19 di Tanah Air.

Pemerintah dalam upaya memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19 menggunakan strategi double track, yaitu untuk mengejar kecepatan pemenuhan dilakukan kerja sama dengan lembaga luar negeri seperti kerja sama Biofarma dan Sinovach China serta mendorong lembaga dalam negeri mengembangkan vaksin merah putih untuk memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19 dalam jangka panjang.

“Update dari yang Eijkman, saat ini sebenarnya masih on track dengan harapan bulan ini barangkali sudah mulai menuju uji hewan, animal test,” kata Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro, Kamis (3/12/2020).

Dia menjelaskan, uji praklinis kepada hewan ini untuk memastikan keamanan dan efektivitas desain vaksin Covid-19 sebelum masuk pada tahap uji klinis kepada manusia. Jika tahapan uji praklinis ini menunjukkan hasil menggembirakan, pada Februari atau Maret 2021 bibit vaksin dari pengembangan Eijkman bisa diserahkan kepada Bio Farma. 

Selain Eijkman, kata Bambang, ada dua lagi pengembangan vaksin merah putih dari tim Unair dan UI yang juga relatif cepat. Bahkan time table-nya hampir sama dengan Eijkman. 

“Kita melihat ada dua lagi yang relatif cepat dari Universitas Airlangga yang mungkin time table-nya hampir sama dengan Eijkman. Nah jadi mudah-mudahan nanti ketika masuk produksinya pun tidak berbeda jauh,” kata dia.

Editor : Zen Teguh