Video Viral Habib Bahar di Lapas Nusakambangan, Begini Respons Kemenkumham

Riezky Maulana ยท Senin, 25 Mei 2020 - 21:55 WIB
Video Viral Habib Bahar di Lapas Nusakambangan, Begini Respons Kemenkumham

Tangkapan layar Habib Bahar bin Smith.

JAKARTA, iNews.id - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mengonfirmasi soal video viral di media sosial yang diduga sebagai Habib Bahar bin Smith. Diketahui, video dengan durasi 4.36 menit tersebut tengah menjadi perbicangan ramai.

Kepala Bagian Humas Ditjen Pemasyarakatan Rika Aprianti membenarkan pria berbaju merah dalam video tersebut adalah Habib Bahar Bin Smith. Dia juga membenarkan video itu diambil di Lapas Batu Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

"Iya benar," ucap Rika singkat ketika dikonfirmasi iNews.id, di Jakarta, Senin (25/5/2020).

Sebelumnya, Habib Bahar muncul dalam sebuah video memberikan serangkaian pernyataan ihwal kondisi terkininya saat menjalani masa rahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batu Nusakambangan, Cilacap. Habib Bahar dipindah dari Lapas Gunung Sindur, karena program hak asimilasi dicabut pemerintah.

Dalam video tersebut, Habib Bahar mengklarifikasi soal banyaknya kabar liar yang menyebutkan dia mendapatkan perlakuan kurang baik selama menjadi warga binaan. Salah satunya, kata dia, banyak yang menyebutkan, dia dipukuli di dalam Lapas.

"Tidak ada seperti kabar-kabar di luar sana bahwa saya dipukuli, bahwa saya bonyok, bahwa saya 'diginiin'. Tidak ada itu," ucapnya dalam video yang viral di media sosial dilihat iNews.id, Senin (25/5/2020).

Dia mengungkapkan, para petugas lapas, baik itu ketika masih berada di Lapas Gunung Sindur hingga Nusakambangan memperlakukannya dengan baik. Semuanya, kata Habib yang identik dengam rambut panjang serta pirang ini dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

"Mulai dari pertama diambil di Pondok Pesantren oleh pihak lapas, kemudian dibawa ke Lapas Gunung Sindur, dari Gunung Sindur, dibawa ke sini (Nusakambangan) saya berada di dalam keadaan sehat wal alfiat. Sampai saat itu, sampai sekarang, saya diperlakukan dengan baik. Saya diperlakukan bagus, saya diperlakukan sesuai dengan prosedur," tuturnya.

Editor : Djibril Muhammad