Viral Gempa Lombok Akan Picu Megathrust, Ini Penjelasan BMKG

Irfan Ma'ruf ยท Senin, 06 Januari 2020 - 22:15 WIB
Viral Gempa Lombok Akan Picu Megathrust, Ini Penjelasan BMKG

BMKG menyatakan viral berita gempa Lombok akan memicu aktifnya gempa Megathrust sebagai informasi bohong alias hoaks. (Foto: ilustrasi/dok. Sindonews).

JAKARTA, iNews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencermati perkembangan terbaru terkait beredarnya berita viral yang menyebut gempa bumi Lombok akan memicu aktifnya sumber gempa Megathrust. BMKG menegaskan, gempa Lombok memiliki sumber gempa yang berbeda dengan sumber gempa Megathrust.

”Gempa Lombok dibangkitkan oleh Sesar Naik Flores, sedangkan sumber gempa Megathrust dibangkitkan oleh aktivitas tumbukan lempeng di zona subduksi,” kata Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhamad Sadly, melalui keterangan tertulis, Senin (6/1/2020).

Dia menjelaskan, peristiwa gempa Lombok tidak akan memicu aktifnya gempa Megathrust karena keduanya merupakan sumber gempa yang berbeda dengan jarak cukup jauh. Selain itu, kondisi aktivitas kegempaan di Pulau Lombok sat ini sudah memasuki kondisi stabil dan tidak akan mempengaruhi sumber gempa Megathrust.

”Potensi gempa kuat di zona megathrust Jawa merupakan hasil kajian model yang siapa pun tidak tahu kapan terjadinya. Untuk itu BMKG meminta masyarakat saat ini tidak perlu mengait-kaitkan kemungkinan akan terjadinya gempa kuat yang berdampak di Jakarta,” ujarnya.

BACA JUGA: Pakar BPPT: Waspadai Tsunami 20 Meter di Pantai Cilacap hingga Jawa Timur

Sadly juga menginformasikan bahwa kabar hari ini terjadi gempa di Hawai berkekuatan magnitude 8, 2; gempa di Fiji M=8,2; gempa Jepang M=6,4; dan Gempa Lombok M=7,0 juga bohong. Hasil monitoring BMKG dan lembaga monitoring gempa di dunia pada hari ini tidak mencatat aktivitas gempa tersebut.

”Terkait isu akan terjadinya gempa di Kawasan Bandung Utara dan Jakarta akibat aktivitas Sesar Lembang dan Sesar Cimandiri juga berita bohong, untuk itu dimohon masyarakat tidak mempercayainya,” kata Sadly.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing berita bohong (hoaks) serta isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu, masyarakat diminta memastikan informasi gempabumi berasal dari lembaga resmi pemerintah dalam hal ini BMKG yang dapat diperoleh melalui laman resmi BMKG (www.bmkg.go.id), mobile apps (Info BMKG) dan media sosial resmi BMKG.

Editor : Zen Teguh