Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BMKG: 6.409 Gempa Susulan Guncang NTT Pascagempa M7,7, 139 Dirasakan
Advertisement . Scroll to see content

Viral Polemik Distribusi Bantuan Gempa NTT, Kepala BNPB: Jaga Etika dan Saling Hormat

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:00:00 WIB
Viral Polemik Distribusi Bantuan Gempa NTT, Kepala BNPB: Jaga Etika dan Saling Hormat
Proses penyaluran bantuan gempa NTT. (Foto: BNPB)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meminta seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjaga etika, komunikasi, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul viralnya video terkait proses koordinasi dan pendistribusian bantuan logistik di Kabupaten Manggarai Timur.

Suharyanto menegaskan, penanganan bencana merupakan kerja bersama yang membutuhkan komunikasi dan koordinasi antarpihak. Dalam kondisi darurat, setiap unsur di lapangan diminta tetap menjaga tata krama kedinasan serta menyelesaikan persoalan melalui dialog.

“Dalam situasi bencana, kita semua sedang bekerja untuk masyarakat. Karena itu, mari kita jaga etika, komunikasi, dan sikap saling menghormati. Kalau ada persoalan di lapangan, kita selesaikan bersama dengan komunikasi yang baik,” ujar Suharyanto, dikutip Senin (24/8/2026).

Menurutnya, ASN, TNI, Polri, relawan, hingga seluruh unsur pelayanan publik memiliki tanggung jawab yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terdampak bencana. Karena itu, perbedaan pandangan maupun kendala teknis yang terjadi selama proses penanganan seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, bukan menghambat pelayanan kepada masyarakat.

Terkait distribusi bantuan, BNPB memastikan dukungan pemerintah pusat terus bergerak secara bertahap. Penyaluran dilakukan berdasarkan kebutuhan dan hasil pendataan di lapangan, termasuk bantuan yang diarahkan Presiden untuk mempercepat penanganan dampak gempa di NTT.

Suharyanto menjelaskan, distribusi bantuan dalam jumlah besar membutuhkan sejumlah tahapan. Bantuan terlebih dahulu dikumpulkan dan dikirim dari pusat, kemudian diterima di pos pendukung, dipilah berdasarkan kebutuhan, sebelum disalurkan melalui pemerintah daerah kepada masyarakat terdampak.

Mekanisme tersebut diperlukan agar bantuan dapat dikelola secara tertib dan tepat sasaran, termasuk menjangkau wilayah dengan akses yang sulit.

“Bantuan terus berjalan. Distribusinya dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah. Yang terpenting adalah bagaimana seluruh pihak memahami alurnya dan bersama-sama memastikan bantuan sampai kepada masyarakat,” ujarnya.

BNPB juga menjadikan dinamika yang muncul selama proses distribusi sebagai bahan evaluasi. Penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPBD, serta seluruh unsur pendukung dinilai penting agar informasi mengenai ketersediaan dan kebutuhan bantuan dapat dipahami secara utuh.

Ke depan, BNPB akan terus mendampingi pemerintah daerah sekaligus memperkuat tata kelola logistik kebencanaan. Dengan koordinasi yang lebih baik, distribusi bantuan diharapkan dapat berlangsung cepat, teratur, transparan, dan tetap mengedepankan pendekatan humanis.

Suharyanto menegaskan penanganan gempa Flores tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Pemerintah pusat dan daerah bersama TNI, Polri, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, relawan, dan masyarakat harus bergerak bersama mempercepat pemulihan.

“Bencana ini adalah ujian bagi kita semua untuk semakin memperkuat gotong royong. Mari kita fokus pada kebutuhan masyarakat, saling membantu, dan memperkuat koordinasi. Dengan sinergi yang baik, kita optimistis penanganan darurat dan proses pemulihan masyarakat terdampak dapat berjalan semakin cepat,” jelasnya.

Berdasarkan rekapitulasi BNPB, bantuan untuk Kabupaten Manggarai Timur tercatat sebanyak 8.144 unit atau paket barang masuk secara kumulatif. Sementara distribusi keluar mencapai 4.232 unit atau paket.

Untuk kelompok tenda dan shelter, bantuan yang diterima antara lain 545 set tenda keluarga ukuran 4x4 meter, 32 set tenda pengungsi, 16 unit tenda dome, serta 109 lembar terpal. Selain itu, terdapat tiga unit tenda Dinsos dan BUMN yang seluruhnya telah disalurkan.

Pada sektor perlengkapan tidur, bantuan terdiri atas 470 kasur lipat, 100 kelambu, 25 velbed, 410 matras, dan 728 selimut. Sebagian besar bantuan tersebut telah disalurkan kepada masyarakat terdampak.

Untuk pakaian dewasa dan anak, termasuk kaos, gamis, sarung, dan baju BNPB, tercatat 3.415 pcs barang masuk. Sebanyak 50 pcs telah disalurkan, sementara sisanya masih berada di posko.

Pada kategori pangan dan sembako, sebanyak 840 paket sembako diterima dengan 140 paket telah disalurkan. Sementara pasokan beras yang berasal dari sejumlah sumber mencapai 1.101 paket/kg, dengan 801 paket/kg telah didistribusikan.

Sejumlah kebutuhan makanan seperti mi instan, Pop Mie, air mineral, gula pasir, kopi, biskuit, roti, dan makanan ringan juga telah disalurkan ke lapangan. Pasokan telur dan minyak goreng tercatat telah didistribusikan seluruhnya.

Adapun bantuan sanitasi dan operasional meliputi 354 paket hygiene kit, empat unit genset, lima unit toilet portable, dan dua perangkat Starlink. Perlengkapan kebersihan dan pendukung lainnya juga telah disalurkan untuk menunjang penanganan di lapangan.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut