Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bapanas Gelontorkan Ribuan Ton Beras untuk Korban Gempa NTT, Nagekeo Dapat Jatah Terbesar
Advertisement . Scroll to see content

Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah jadi 91 Orang, 1.286 Luka-Luka

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:08:00 WIB
Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah jadi 91 Orang, 1.286 Luka-Luka
Kondisi rumah yang terdampak gempa M7,7 Flores di Desa Peozaka Ramba, Kabupaten Ende, NTT. (Foto: Dok. BNPB)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Korban meninggal akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mencatat, terdapat penambahan korban meninggal empat orang. Sehingga total hingga Minggu (23/8/2026), menjadi 91 jiwa. BNPB juga mencatat jumlah pengungsi mencapai 161.084 jiwa.

"Jumlah korban meninggal sebanyak 91 jiwa atau bertambah 4 jiwa dari hari sebelumnya. Dengan rincian, (Kabupaten) Manggarai 32 jiwa, Manggarai Timur 31 jiwa, Sikka 6 jiwa, Ende 2 jiwa, Manggarai Barat 1 jiwa, Nagekeo 14 jiwa, Ngada 5 jiwa,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.

Dia mengatakan, korban meninggal tersebar di tujuh kabupaten.

Berdasarkan jenis kelamin, 40 korban meninggal merupakan laki-laki, 48 perempuan, sedangkan tiga korban lainnya masih dalam proses identifikasi.

Jika dilihat dari kelompok umur, sebanyak 39 korban meninggal merupakan lansia, 4 batita, 1 balita, 12 anak dan remaja, serta 35 orang dewasa.

BNPB mencatat 51 persen korban meninggal akibat dampak langsung gempa, seperti tertimpa reruntuhan bangunan. Sementara 49 persen lainnya meninggal akibat dampak tidak langsung dari bencana tersebut.

Selain korban meninggal, sebanyak 1.286 jiwa mengalami luka-luka. Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban luka terbanyak, disusul Manggarai Barat.

Jumlah warga yang mengungsi juga kembali meningkat. BNPB mencatat sebanyak 161.084 jiwa kini berada di lokasi pengungsian.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut